Ayo Jadi Orang Bodoh

Wednesday, August 21, 2019

How was your day? VS How is your day? 😱


How was your day? atau How is your day?

Hayo pilih yang mana?? 😄

Apa sih bedanya?

Okay let me explain..

How was your day? digunakan saat kita ingin menanyakan apakah hari yang telah dilalui seseorang telah berjalan dengan baik atau tidak.
Biasanya ditanyakan pada malam hari atau di hari berikutnya setelah hari itu berakhir.
Misalnya, kalian punya gebetan dan kalian lagi LDR.
Nah kalian ingin tau bagaimana hari yang telah dilalui atau bagaimana rutinitas si gebetan yang telah selesai di hari itu. Kalian bisa tanya menggunakan How was your day?

Sedangkan How is your day? digunakan saat kita ingin menanyakan apakah hari seseorang sedang berjalan dengan baik atau tidak.
Biasanya ditanyakan pada siang atau sore hari saat seseorang masih menjalani harinya dengan rutinitas yang ia miliki.
Pada umumnya pertanyaan ini bisa ditambahkan going sehingga menjadi How is your day going? (bagaimana harimu sedang berjalan?) 

Kesimpulan:

How was your day? digunakan untuk menanyakan hari yang telah dilalui seseorang atau telah selesai. Sedangkan How is your day going? digunakan untuk menanyakan hari yang sedang dijalani seseorang atau masih berlangsung.

Note: Semoga bermanfaat!

Referensi: https://www.instagram.com/p/B1bIXP_FR86/?utm_source=ig_web_copy_link



at August 21, 2019 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Monday, August 19, 2019

Bisa Bahasa Inggris Dalam 1 Hari??


Corny questions 😪

Kak gimana cara belajar bahasa inggris yang mudah dan menyenangkan?
Kak gimana cara biar cepet bisa bahasa inggris? 
Kak gimana cara bisa pinter bahasa inggris? 

Blablablaa...

Mudah, menyenangkan, cepat dan langsung bisa 

Hampir semua orang bercita-cita untuk menggapai segala sesuatu secara instan.
Segala sesuatu yang cepat dan langsung membuahkan hasil.

Kenapa harus cepat?
Kenapa harus mudah dan kenapa harus langsung membuahkan hasil?

Bukankah segala sesuatu dunia ini tidak ada yang instan?

Bahkan mie instan yang katanya "instan" masih juga butuh proses dalam pembuatannya hingga akhirnya siap disajikan bukan?

What do i think related to those very common questions?

Menurut saya pribadi sebagai penulis blog ini (cieeeilah).

Semua perlu proses, tidak ada yang instan.

Cepat atau lambat.
Mudah atau susah.

Diri kitalah yang menentukan.
Bukan guru atau buku yang telah kita baca. Terutama dalam belajar.

Sepandai apapun seorang guru mengajarkan dan menjelaskan suatu ilmu.
Kalau tidak ada keinginan dari diri kita untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, lalu apa gunanya?

Sebanyak apapun buku yang kita baca tapi kita tidak pernah mau mengamalkan isi buku-buku itu, lalu apa gunanya?

Ilmu yang kita punya hanya sebatas hafalan belum mencapai tahap penerapan.

Contoh kecilnya adalah setiap orang tahu bahwa kebersihan adalah sebagian dari pada iman. Lalu kenapa masih saja banyak yang membuang sampah sembarangan?

Apakah guru-guru di Indonesia tidak pernah mengajarkan tentang kebersihan?

Jawabannya adalah "guru mereka mengajarkan kebersihan tetapi mereka tidak melakukan apa yang disampaikan".

Wanna be good at speaking? Yeah just speak everyday
Wanna be good at writing ? Yeah just write everyday

Sama halnya dengan belajar bahasa inggris.

Semua orang pasti tahu persis bagaimana langkah-langkah pandai berbahasa inggris.
Misalnya:
1. Sering-sering mendengar percakapan bahasa inggris, lagu, film, berita, dll.
2. Sering-sering ngomong pake bahasa inggris.
3. Sering-sering baca buku bahasa inggris.
4. Sering-sering nulis menggunakan bahasa inggris.

Simplenya cara belajar bahasa adalah dengan cara membiasakan diri untuk menggunakannya.

Do a lot of mistakes and learn from the mistakes! 

Fungsi bahasa itu sebagai alat komunikasi kan?
Maka gunakan bahasa itu sebagai alat komunikasi. Jangan hanya sekedar dijadikan  hafalan tata bahasa dan kosakata saja.

Takut salah?

Kenapa harus takut?
Toh salah ngegunain grammar atau tata bahasa tidak akan berdosa atau dimarahin Tuhan kan? Barangkali hanya dimarahi guru. Hehe
(Abaikan saja guru-guru galak itu!
Jangan sampai mereka meruntuhkan motivasi kita ya!)

Dalam belajar bahasa apapun, membuat kesalahan sangaaaat diwajibkan.

Kenapa?

Karena dengan membuat kesalahan, pasti nantinya bakal ada yang mengoreksi kesalahan kita. Pada akhirnya kitapun belajar dari kesalahan itu.

Kalau tidak mau mencoba karena takut salah, sampai kapanpun tidak akan pernah bisa.

Pertanyaannya "Kalau semua sudah tahu langkah-langkah belajar bahasa inggris, lalu kenapa masih saja ada yang tidak bisa bahasa inggris atau suka lupa kosakata bahasa inggris meskipun belajar bahasa inggris di sekolah bertahun-tahun?"

Lagi-lagi semua itu tergantung seberapa konsisten diri kita dalam membiasakan mendengar, berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa inggris.

Semakin jarang mendengarkan, semakin sulit untuk paham.

Sering mendengarkan tapi tidak pernah berbicara, pada akhirnya hanya paham tapi tidak bisa berbicara.

Sering membaca dan menulis tapi tidak pernah berbicara, pada akhirnya pandai dalam menulis namun tidak pandai berbicara dan memahami lawan bicara.

Belajar bahasa tidak akan pernah cukup jika hanya di dalam kelas. We need to explore it more and more deeply outside the class.
Jangan terlalu bergantung pada guru karena kesuksesan belajar kita bukan tergantung guru tetapi tergantung diri kita sendiri.

Jangan pernah menyalahkan orang lain atas ketidakmampuan kita dalam melakukan atau mencapai sesuatu. Blame ourselves first, find out the problem, and fix it.

Sumber ilmu tidak harus selalu berasal dari lisan guru, tetapi bisa berasal dari mana saja seperti teman-teman kita, vidio di youtube, buku di toko buku atau di perpustakaan dll. So, dont ever lose hope!

No more excuse! 

Alasan selanjutnya mungkin "Kak, kalau tidak ada teman ngobrol untuk belajar bahasa inggris bagaimana? "

Sekarang teknologi sudah canggih kan? Bahkan kita sudah bisa loh nyari teman dari luar negeri dengan mudah dari sosial media sejenis instagram, speaky dan tandem (tapi harus selektif dan hati-hati ya memilih teman di sosmed).

Recommeded videos to watch

https://youtu.be/nHhnqEkswoY

https://youtu.be/Yoq3aWE-K30

https://youtu.be/Cbujmz7dC-g

https://youtu.be/f2AOJGY9qSM

Note

Saya as a writer, juga punya kendala dalam berbicara bahasa inggris.
I do realize what the problem is and i want to share it so that we all can recognize and make an action to fix our problems in learning english and also hopefully this writing is gonna be a trigger for us to keep learning everyday and practising everyday. By: Putri Ramadhanty

-Language is a habit-
-So make it as a habit-


at August 19, 2019 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Saturday, June 29, 2019

Hikmah behind KKN 🏡 (Ini Ceritaku Mana Ceritamu?)

Air..
Air.. 

Pelajaran yang gua dapet dari KKN ini gak jauh-jauh dari yang namanya air. 
Hal yang selama ini gua buang-buang percuma kalau gua di rumah. Seringkali gua sibuk main hp sampe lupa matiin air tower. Alhasil air terbuang percuma dan tanpa merasa bersalah gua terus menerus gak pernah belajar buat peduli sama air yang banyaaaaaaaakkkk bangeett terbuang.  That's my bad habit. 

Dan mungkin many of you did the same thing. 

Yang namanya di rumah, gua bisa mandi 2 kali sehari bahkan mandi 5 kalipun it is not a big deal.

Gua jarang banget bersyukur untuk hal-hal kecil. Dan sering aja ngeluh dengan hal-hal yang gak gua punya. 
I shouldn't do that.

Ketika KKN...

Everything has changed! 

Bisa mandi satu kali sehari aja itu...
Rasanya luar biasa.... 
Berharga... 

Yak.. 
Di daerah Way Kanan terutama di kecamatan Baradatu, desa Banjar Negara. 
It's hard to get water since it is in dry season alias kemarau. 

No sumur bor kawan-kawan... :')

Dan air tower cuma dihidupin subuh sama sore.... :') itupun ngalirnya kecil banget :')
Nyuci bajupun 2 atau 3 hari sekali...
Fyuh! Untuk meminimalisasi cucian. 
Willy nilly we have to take a bath once a day... 

How pity we are.. Lol.

But.. Still... 
Gua harus bersyukur bisa mandi walaupun cuma sehari sekali. 

Di luar sana mungkin ada daerah yang bener-bener gak ada sumber air bersih buat mandi dan minum atau bahkan buat beli airpun susah.

Iyaa kan?? 

Gua masih bersyukur karena gua bisa nemuin air mineral gelas sampe ukuran galon di desa ini.
Jadi,  gua gak bakal mati kehausan selama KKN. 

Mandi satu kalipun gua sudah amat bersyukur. Setidaknya gua masih bisa mandi pake air bersih yang gak bikin badan gua gatel-gatel. :')

So.. 
I dont wanna share long story alias kebanyakan curhat. 

Tapi disini gua pengen diri gua dan siapapun yang baca lebih menghargai + mensyukuri hal-hal kecil seperti air. 

Jangan selalu melihat ke atas dan mengeluhkan hal-hal yang kita gak punya. 
Malah, kita harus lebih melihat hal-hal kecil yang kita punya dan membayangkan "Bagaimana jadinya kalau nikmat yang sudah kita punya diambil sama Allah?".

Memang bener.. 

Terkadang kita bakal belajar bersyukur setelah nikmat yang kita punya diambil sama Allah. 

Dan itulah yang gua rasain.. 

Nikmat mandi 2 kali sehari yang gua rasain setiap hari di rumah, yang jarang gua syukuri dan malah gua sia-siain nikmat air itu. Sekarang jadi suatu hal yang sangat gua syukuri ketika gua ngerasain namanya susah buat nyari air. 

So, buat kalian yang masih bisa menikmati mandi 10 kali sehari. 
Bersyukurlah. 
Dan berhematlah.
Jangan biarkan air keran itu mengalir hingga terbuang percuma. 
Karena setiap tetes air yang mengalir, yang kita remehkan juga seakan-akan gak berharga adalah air yang sangat amat berharga bagi mereka yang kekurangan air di luar sana. 

Thank you for reading my blog anyway! 
Hopefully you find it useful. :)
at June 29, 2019 1 comment:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Saturday, June 8, 2019

Rekomendasi Hadiah Untuk Ibu


"Dek,  tolong pijitin ibu ya... Kaki ibu pegel-pegel.. "

"Ih.... Maleslah.....

Adek lagi maen games nih bentar lagi menang...nanggung bu...Abang aja tuh yang suruh mijitin... " jawab si adik. 

"Ish.. Apasih kok jadi abang?! Abang lagi banyak tugas nih! Pusing.... !" Sahut si Abang dengan nada kesal. 


"Yasudah ndak papa kalau gak ada yang mau mijitin ibu.. Jangan berantem..... Lanjutkan saja maen games sama belajarnya. " ujar sang ibu sambil tersenyum. 


Sounds familiar for you??
What about this one?

"Nak kapan kamu pulang ke rumah? Ibu rindu."

"Maaf ya bu belum bisa, aku sibuk jadi panitia balap karung.. Mungkin minggu depan. "


Seminggu kemudian..... 


"Nak kapan kamu pulang ke rumah? Katanya minggu ini kamu pulang?"


"Duh.. Maaf ya bu... Minggu ini aku gak bisa.... Tugas kuliahku banyak bu, jadwal padat."


"Yasudah ndak papa... Jaga kesehatan ya Nak... "


"Iya.. Udah dulu ya bu.. Aku lagi ngerjain tugas."


Pernah ngalamin?
Pasti pernah dong!
Terutama kalau kalian merantau ke luar untuk menimba ilmu.
Your mother's gonna keep asking "When will you go home, Dear?"
Dan kalian gak yakin kapan bisa pulang ke rumah.

Ketika hati pengen pulang ke rumah, ada aja halangannya.
Seakan-akan Tuhan gak ngizinin kita pulang ke rumah.
Sebenarnya bukan Tuhan yang gak mengizinkan, hanya saja situasi yang gak memungkinkan.

Sebenarnya ........

It's normal to have many things to do.
It's normal to be busy.
But it's not normal if you can't make your your time for your Mom.

Come on!
Jangan selalu membiarkan ibu menelfon.
Tapi telfonlah ibu sebelum ia menelfon.
Don't wait for your mom to call first!
At least sempatkan waktu 15 menit buat bicara.
She misses you a lot! Of course!
She doesn't need you to be the smartest student in the university or the richest person in the world!

She just wants you to be happy.

She forces you to study hard or work hard.
It's not for her. It's for you!
She knows if you study hard and work hard, you'll be able to earn money by yourself and fulfill your daily needs in the future. She knows that she won't live forever in this world to accompany you all the time! You can't count on her forever!
You'll have to be independent!

All she wants is to see you growing up as an independent, strong and good person.
Just it!


It's for your happiness!
Your happiness is her happiness.

Well... I will show you my friend's story.
I can't tell the name, but hopefully you all as the readers can get the lesson after reading this all. 😉

My mom is the biggest liar I've ever met.

Sebenarnya, kisahku sederhana sekali. Aku lahir sebagai anak tunggal. Ayah meninggal saat umurku tiga tahun. Bahkan jujur aku tidak ingat wajah ayah, kalau saja aku tidak memiliki foto beliau. Ternyata kami mirip bahkan sampai ke bentuk hidung dan warna kulit, hehe. Aku hanya ingat sepenggal kisah saat mendiang ayah masih hidup. Bagaimana aku diperlakukan sebagai putri. Namanya juga anak pertama. Siapa sih yang tidak demikian? Sampai akhirnya ayah tutup usia, nenek menceritakan kalau ayah mencintaiku dan akupun mencintainya.

Saat ayah meninggal semua orang menipuku. Mengatakan kalau ayah harus tinggal sendiri, dan aku harus terima itu. aku terima saja. Satu yang menjadi pertanyaanku. ‘apakah dirumah baru nanti ayah punya kasur? Rumahnya bagus tidak?’ bukan apa-apa. Ayah sakit waktu itu. jangankan untuk berlari, memangku ku saja ayah tidak bisa. Dan aku bertanya pada ibu, kapan ayah akan tinggal lagi dengan kita? Ibu hanya menggeleng tidak menjawab. Yang aku ingat, mata ibu sangat merah waktu itu dan ibu berubah menjadi pendiam. Aku tidak suka.

Sampai pada akhirnya, aku tau kalau ayah tidak akan kembali. Rumah ayah berbeda. Atapnya dari tanah. Ayah tidak bisa keluar dari rumahnya. Kata ibu, kalau rindu titip doa lewat tuhan saja. Pakai mukena lalu berdoa lima kali sehari. Bilang kalau kamu sayang ayah dan sering jenguk kamu lewat mimpi. Aku bingung. Kenapa ayah tidak mau keluar dari rumahnya, apa tidak rindu aku? Padahal dia janji kalau kami akan bermain lebih lama. Setidaknya sampai matahari terbenam. Tapi yasudah. Kalau aku terlalu cerewet nanti ibu sedih. Aku tidak suka.
Semua kami jalani tanpa ayah. Aku tinggal dengan ibu, nenek, dan beberapa orang paman yang sayang padaku. Seorang pamanku pernah bilang, kalau ada yang Tanya ayah kemana, jawab saja;
“ayah merantau. Jauuuhh sekali. Kalau rindu Cuma bisa titip doa.” Sejujurnya aku tidak suka kalau ada yang bertanya demikian. Aku tidak suka orang-orang mencari ayah lagi. cukup aku dan ibu yang tau dimana ayah. Sudah saatnya ayah istirahat. Jangan di ganggu lagi. kalau rindu, titip doa sama tuhan saja. Dan yang membuatku heran, orang-orang sering menatap iba padaku. Ada yang mengusap kepalaku, ada yang bilang;
“sabar ya.. anak yatim adalah anak semua umat muslim. Orang tua mu banyak. Kami semua orang tuamu.” Kalau saja aku sudah pahamm saat itu aku akan menjerit dan berkata;
“aku ingin ayah. Aku ingin ayah kembali kesini. Bukannya sembunyi dirumah barunya yang aneh dan tidak ada pintu masuknya.” Tapi aku hanya diam saat itu. akupun kesal kenapa aku banyak diam waktu kecil.

Ibu banting tulang bekerja demi aku bisa sekolah. Nenek menghiburku dan mengajari banyak hal. Pamanku yang kecil memboncengku dengan sepeda bututnya demi aku bisa membeli es limun seharga seratus perak. Hidup terus berjalan. Aku masuk taman kanak-kanak, punya teman yang kadang diantar sekolah oleh ayah mereka. aku kembali bertanya;
“apa ayah tidak rindu aku? Aku sudah pakai seragam sekolah sekarang.”
Jika ada orang paling peka di dunia ini, dialah ibu. Itu menurutku. Ada tali batin antara aku dan ibu yang tidak dipahami oleh orang lain menurutku. Ibu tau aku rindu ayah. Maka besoknya, ibu menghabiskan banyak waktu denganku. Bukannya ibu tidak peduli padaku sebelumnya. 

Hei jangan salahkan ibu kalian jika dia tidak ada waktu demi mencari sesuap nasi untuk kalian. Toh kasih sayang tidak selalu dalam bentuk perlakuan. Bayangkan saja, ibu mana yang bisa tenang kalau anaknya kelaparan? Ibu itu penipu terbaik. Dia akan berkata kenyang tanpa memakan apapun demi kita bisa kenyang. Maka jangan salahkan ibu kalian jika dia bekerja keras dan memiliki sedikit waktu untuk kalian. Yang ada di dalam pikiran beliau hanya kita. Bagaimana kita aman, kenyang dan hangat. Apalagi untuk single parent seperti ibuku. Awas ya kalau kudengar kalian bilang;
“ ibu selalu sibuk uang dan tidak ada waktu untukku.” Pikirkan sekali lagi. ibu mana yang ingin anaknya sakit? Dude, kau lah harta berharga ibumu. Jangan banyak mengeluh.

Penyesalanku sampai saat ini adalah, belum bisa membanggakan ibuku. Aku tidak juara dikelas, aku tidak pintar, dan aku tidak bisa apa-apa awalnya. Matematika ku lemah, ilmu sosialku lemah dan Sains ku lemah. Ibu hanya diam saat ada ibu-ibu lain membanggakan anak-anaknya di depan orang lain. Tapi di depanku, ibu selalu bilang.
“ibu bangga punya anak kayak kamu. Kamu selalu makan habis makanan yang ibu bikin, kamu selalu semangat kalau senam disekolah.” Aku senang. Ibu selalu memujiku bahkan disaat guru disekolah menyebutku anak lemah. Aku suka ibuku pokoknya. Dialah perwujudan ayah dan ibu disaat yang bersamaan.

Saat aku menginjak pendidikan menengah pertama. Ibu mengatakan kalau dia akan menikah lagi. entahlah, aku bingung harus bereaksi bagaimana. Aku tidak mau ibu melupakan ayah. Tapi aku belum punya apa-apa untuk membahagiakan ibu dan melarang dia menikah lagi. akhirnya, aku mengalah. Ibu boleh menikah asalkan itu bisa membuatnya bahagia. Maksudku, aku belum punya sesuatu yang bisa membuat ibu bahagia mengalahkan rasa bahagianya untuk menikah. Dan ayah tiriku, memiliki seorang laki-laki yang lebih tua dariku. Dan dia juga tunggal. Kehidupan baruku dimulai. Dimana penilaianku mengenai ibuku seorang pembohong semakin menjadi.

Aku memasuki masa transisi, dimana hidupku harus berbagi dalam segala hal. Berbagi kasih sayang ibu dengan saudara baru. Ngomong-ngomong, kakak tiriku ini ditinggal mendiang ibu nya saat dia berada di kelas tiga sekolah dasar. Awalnya aku biasanya saja. Ibu berhak sayang pada siapa saja. Namun lama-lama aku merasa tersaingi. Saudara tiriku pintar, dia juara. Dia seperti menjadi idola baru dikeluarga. Aku benci. Aku menahan semua itu sendirian. Bahkan, di pertengkaran ku dengan ayah tiriku, bahkan dengan saudara tiriku, tidak ada yang membelaku. Aku bahkan sempat benci pada ibu. Kenapa dia diam saja saat aku dimarahi. Apa dia hanya sayang pada kakak tiriku karna kakak tiriku yang terbaik? Pintar dan sebagainya? Aku dan ibu berada di fase terhalangi oleh sebuah sekat tipis. Aku memperjuangkan diriku sendiri dan ibu dengan perjuangannya demi aku. Ayah tiriku baik. Sangat baik malah. Aku tidak akan menilai dia jelek. Dia baik kepadaku seperti kepada anak kandungnya. Tapi tetap saja, aku akan bertahan pada mendiang ayah. Aku tidak tau apakah ibu sudah melupakan ayah. Tapi kuharap ayah dengar ini;
“biar semua orang melupakan ayah. Tapi aku akan tetap mencintai ayah dan ibu. Kalianlah orang tua kandungku. Aku sayang ayah. Sampai kita dipertemukan lagi di akhirat.”

Tahun-tahun sulit terjalani. Aku diterima kuliah diluar kota. Aku sempat ragu meninggalkan ibu. Maksudku, aku anak ibu. Aku sudah berjanji pada ayah untuk menjaga ibu. Kalau aku pergi lantas ibu bagaimana? Ibu bilang:
“tidak papa. Ibu kan ada nenek dan ayah. Kuliah yang rajin ya. Biar hidup kamu enak. Lebih baik dari yang sekarang” aku ingat. Selalu ingat perkataan yang itu. Aku kuliah jauh dari ibu dan setiap kali menelpon, ibu selalu menguatkanku yang dilanda homesick.
“ibu sakit? Kok suaranya beda?” tanyaku suatu hari ditelpon.
“engga. Ibu cuman habis dari masak dagangan. Dapurnya kan pake kayu bakar. Batuk.”
“jaga kesehatan bu. Jangan dipaksain kerja. Nanti sakit.”
“ibu ini kuat. Jangan diremehin. Kamu sedewasa ini kalau bukan karna ibu yang membesarkan, lalu karna siapa?” 
ibu selalu bisa membuatku terkagum. Rasanya tidak salah hari ibu diadakan. Dan besoknya, saat aku menelpon dengan nenek, beliau keceplosan bilang kalau ibu lagi sakit. Ibu menipuku. Dengan baiknya. Ibu selalu bilang dia kuat, dia sehat, jangan diremehkan. Tapi dia terkadang lupa kalau dia manusia dan manusia butuh istirahat.

Semakin dewasa umurku, semakin kritis aku pada ibu. Semakin sering ibu berbohong. Berbohong sudah jadi kebiasaan ibu. Walaupun aku sudah tau. Tapi ibu selalu ingin aku tidak mencemaskan beliau. Seperti yang terjadi beberapa hari lalu. Aku dan ibu tengah sibuk didapur. Aku mengutarakan isi hatiku buat pertama kalinya. Aku mengatakan kenapa ibu selalu mengalah dengan ayah? Padahal aku tau ibu terkadang tidak setuju dengan pendapat ayah. Kadang aku kesal. Kenapa ibu jadi lemah begini? Maksudku, memang suami memimpin rumah tangga, tapi apakah seperti yang dilakukan ibu? 

Aku sedikit terganggu. Dan ini yang ibu bilang;“ibu gapapa. Selama ayah masih memperlakukan kamu sama seperti anak kandungnya. Gapapa ibu mengalah. Ibu pingin kamu bahagia, ke. Ibu pingin kamu fokus kuliah dan sukses. Jangan jadi kaya ibu. Ayah juga niatnya baik. Pengen hidup kita ini lebih baik. Ibu mah udah tua.”
“tapi apa ibu bahagia?”
“ibu bahagia kok. Kan ibu punya kamu. Kamu tau? Kepulangan kamu sangat ibu nantikan. Kamu suka bantu ibu kerja. Tenaga kamu kuat buat bantu ibu. Ibu bangga sama kamu.”

Kalian tau? Ibu ku menukar kebahagiaannya demi aku. Ibu yang ku bilang lebih sayang saudara tiriku ketimbang aku dulu, ibu yang membiarkanku dimarahi ayah tiriku. Dan ibu yang selalu mengikuti kemauan semua orang. Dan ibu yang yang selalu terdengar kuat di telpon. Semuanya bohong. Aku tidak akan mengatakan kalau ibu tidak bahagia dengan pernikahannya yang sekarang. Hanya ibuku yang tau.
Yang bisa ku katakan adalah, ibuku menyerahkan segalanya demi aku, ibu secara tidak langsung menamengi aku dengan dirinya. Melindungi aku yang sok kuat ini, dan berbohong agar aku bisa meraih mimpiku. Bukan demi dia yang sejahtera dihari tua.
Bukan untuk menuntut agar aku memberangkatkan dia ke mekkah suatu saat nanti. Hanya sederhana. Demi aku bisa bahagia. Demi aku bisa menikmati hidupku. Demi aku anaknya. Hanya itu. ibu menampung semua keluhanku mengenai kuliah, sedangkan beliau lebih lelah ketimbang aku. Ibu bohong mengatakan kalau dia sehat. Sedangkan aku menemukan banyak obat di kamarnya. Obat sakit kaki, sakit tangan. Semuanya karna bekerja berat demi mengirimkan uang jajan untukku. Ibu bilang dia senang, padahal terkadang kutemukan wajah murungnya yang tidak ingin dia perlihatkan padaku. Ibuku pembohong. Ibuku berbohong demi aku.

Sekarang, aku bertekad. Aku akan menjemput kebahagiaan ibu kembali. Aku akan membawa ibu kemanapun aku pergi kelak jika aku sudah bekerja. Akan kubahagiakan ibu hingga ibu tidak perlu berbohong dan berpura-pura lagi. dan semoga allah berikan ibuku surga yang indah dan tentram kelak.

Pesanku Cuma satu. Tidak usah penasaran dengan dewi yunani, tidak usah penasaran dengan malaikat. Kita selalu punya satu. Aku punya malaikat yang rela  memotong sayapnya demi aku bisa terbang. Bagi kalian yang sama denganku, berjanjilah suatu saat akan mengembalikan sayap itu atau bahkan menukarnya dengan yang baru. Berjanjilah. Dan jangan sekali-kali membentak ibu kalian. Jangan sekali-kali. Hormati dia. surga dibawah telapak kakinya. Ridho allah, ridho ibumu. Berjanjilah untuk membahagiakannya hingga dia berhenti berbohong. Kalian boleh bermimpi untuk travelling atau membeli pulau sekalipun. Tapi jangan lupakan satu mimpi yang wajib kalian penuhi;
“SEDIAKAN HARI TUA YANG TERBAIK BAGI IBU DAN AYAH KITA.’

Salam buat seluruh ibu di dunia.

 (C'est La Vie)

If you imagine your mom while reading, your tears will slowly fall down and you need some tissue to wipe it up.

The last one..
I wanna let you know something.

This is what i got during my holiday.
My grandma living alone in her house with noone! If the holiday comes, all her children and grandchildren will gather at her house. She is so happy. But after the holiday ends. Her house feels empty and silent. She always cries when it is the time for her sons and daughters to go back to their homes.

My aunty asked if my grandma was willing to stay with her or not.
All sons and her daughters are worried about her if she lives alone at her house since my father passed away. My grandma refused to stay at my aunty's house. She said "Who will take care of my roosters, hens and chickens at my house,huh?"

I know it was just a lie.
The fact is she doesn't wanna bother my aunty by staying at her house.
She doesn't wanna bother her daughter. Ofc!

The last thing i wanna say to you guys!

Seorang ibu mampu membesarkan 10 buah hatinya dengan kasih sayang yang tulus. Namun seorang anakpun belum tentu mampu merawat ibunya yang tua renta dengan sabar dan ikhlas sebagaimana seorang ibu mampu membesarkan anak-anaknya. 
Berapa kali bayangan ibu terlintas di benak kita? 
Berapa kali kita memikirkan ibu kita melebihi kita memikirkan kuliah? doi? atau pekerjaan?
Kalau kita fikir dengan memberi seorang ibu prestasi, uang dan rumah mewah, sudah cukup. 
Itu semua salah besar!
Seorang Ibu membutuhkan perhatian kita, seorang ibu butuh didengarkan setiap keluh kesahnya. 
Setiap ibu pasti selalu ingin agar anaknya menemani ia di usia senjanya. 
Mungkin semua itu tak pernah terucap dari lisannya! Ia tak pernah meminta! Karena ia tahu permintaan sederhana itu mungkin akan terasa berat untuk anaknya. 
Ia memilih hidup seorang diri, berkata bahwa ia baik-baik saja.. Semata-mata ia hanya tak ingin menyusahkan anaknya. :') Ayolah, selalu sempatkan waktu untuk berbincang dengan ibumu walau hanya melalui telfon. 
Temuilah selagi bisa. :')
She just needs your time and your attention. She doesn't really need your money. :')










at June 08, 2019 2 comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Wednesday, May 22, 2019

Belajar Dari Setan 😈



Wew!

"Syirik dong?
Mau belajar masa harus sama setan??
Wah sesat nihhh.. !!!!! Kafir ih! " teriak netijen sambil ngangkat gerobak bakso dengan sangat emosi.

Et dah! LAA TAGHDOB WA LAKAL JANNAH!! JANGAN MARAH MAKA UNTUKMU SURGA .....

Sabar netijen.. Harap tenang...
Baca dulu sampai habis....

Judulnya itu bukan belajar sama setan, tapi "Belajar Dari Setan". Harap fokus ya netijen 😂

"Put, setan kan musuh kita yang paling bahaya, paling jahat, paling durhaka sama Tuhan, paling buruk dah gak ada baik-baiknya!! Masa kita harus belajar jadi setan??  " netijen mulai kepo dan ngawur.

Netijen.. Judul tulisannya bukan belajar jadi setan 😑 tapi belajar dari setan. Dah ya gak usah nanya dulu. Let me tell you in detail! Don't interrupt me at all! Just read carefully until the end.


Jadi, musuh kita yang paling bahaya itu bukan setan ya netijen.

Tapi apa?

Hawa nafsu kita sendiri!
Tuh yang harus dikontrol.

Sepinter apapun setan merayu kalau kita pinter ngontrol hawa nafsu nih yak insyaAllah setan lulusan S3 pun gak bakal bisa ngegoda kita. Hehe..

Well.
Back to our discussion!

Apa sih yang perlu dipelajari dari setan?

Hmm..

Coba kita flashback dulu..

Setan pernah janji kan sama Allah akan menyesatkan anak cucu adam ke neraka?

Iya kan?
Inget kan?

Bagus!

Nah... Sekarang pertanyaannya.
Apa pernah setan ingkar janji dan berhenti menggoda manusia biar masuk neraka?

Kagak pernah kan?
Malah setan itu selalu nepatin janjinya.

Pagi siang sore. Entah anak adam lagi ibadah pun digangguin.
Lagi khusyuk sholat tiba-tiba dibuat inget sama mantan, tugas, jemuran belum diangkat, minyak goreng abis, uang udah abis, tapi utang belum finish. Miris banget dah!

Nah tuh kerjaan setan emang. Jail bet dah..
Konsisten bener yak ngegoda kita.😐

Nah tuh...
Ada 2 sifat baik setan.

Apa? Tepat janji sama konsisten.

Tapi sayangnya janjinya itu kagak patut ditiru 😑. Nyesatin orang biar kagak Inget Tuhan.

Nah guys!

Kalo setan aja bisa tepat janji, masa kita ingkar janji?

Malu dong sama setan...hehehe...

Guys kalo ada janji harus ditepatin ya...
Kalau kagak bisa janji bilang aja "insyaAllah.."

Tapi insyaAllah itu 99% "iya" loh.

Jangan sampe kita bilang insyaAllah ke temen kita, kalau kita bakal dateng ke pengajian.
Eh, pas hari H, cuma gara-gara mager alias pengen tidur, kita kagak dateng.

Nah itu kagak boleh...

Kecuali ada halangan yang memang bener-bener menghalangi kita untuk dateng. It's okay if we can't attend at pengajian. Hehehe..


Well... Next...

Yang kedua, setan itu konsisten guys!
Demi mewujudkan impiannya buat ngejerumusin manusia ke neraka.
Setan banting tulang usus lambung hingga empedu buat ngewujudin itu.
Gak kenal lelah! Wow!

Tapi sayangnya impiannya itu loh 😑 jelek banget. Cita-cita pengen nyeret orang ke neraka. Jahat bet dah. Jangan ditiru ya yang jeleknya.

Nah! Kalau setan aja bisa konsisten dalam impian negatifnya, kita harus lebih bisa konsisten untuk ngejer impian-impian kita yang positif.

Misalnya : pengen buka tempat belajar gratis buat anak jalanan, nimba ilmu ke luar negeri supaya ilmu itu nantinya bisa di bawa ke Indonesia dan bermanfaat buat memajukan Indonesia, menjadi pengusaha sukses supaya bisa sedekah dan ngebantu banyak orang miskin dll.

So to reach our dreams, we shouldn't give up! Cause setan aja never give up, masa kita give up? Yee tak? Yeee jeee lah.

Yeeeeyyy!!!!

Semangattt!!

Sekian terima kasih.

Semoga kita bisa meraih impian-impian kita dan semoga kita selalu berada di jalan yang Allah ridho alias suka. 😉 aamiin.


Note : Tulisan ini didedikasikan khusus buat diri gua yang suka down. Dan semoga bermanfaat buat siapapun yang baca.

at May 22, 2019 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Tuesday, May 21, 2019

Kutinggalkan Tuhan Demi Dosen



Hmm...
Those words must be so familiar for us right?

Iya kan?
Ya aja deh..

Judulnya berat banget ya?

Kutinggalkan Tuhan Demi Dosen.

Apa maksudnya?

Apa hayo??

Nih ya...

Maksudnya sering kali kalau kita ditanya "Sayang Allah atau sayang dosen?" , jawabanya "Sayang Allah. "

Ditanya "Takut sama Allah atau sama dosen? ", serentak jawabnya "Takut Allah".

Ditanya "Pilih Allah atau dosen?", jawaban paling banyak ya "Allah".

Nyatanya, kalau disuruh milih ngerjain deadline tugas atau sholat tarawih?
Hmmm tugas comes as the winner!
We tend to choose tugas... Wkwk iya kan?

Iya aja deh.. No need to hide the truth because we can't hide anything in this world. God always knows it. Hehe..

Setelah dipikir-pikir...
Dosen itu hebat ya?
Lebih hebat dibanding Allah.

Eh...

"Ngaco lu Put!
Bego banget lu!
Dimana-mana yang paling hebat itu Allah SWT bukan dosen! " jawab netijen sambil menghujat penulis.

Lahh...itu tahu kalo Allah itu paling hebat...

Tapi masalahnya kenapa ya kita seringkali milih ngerjain tugas sampai larut malam? Sampai rela gak tidur?
Sampai gak sholat tarawih, padahal kan sholat tarawih itu cuma dateng 1 tahun sekali (buat yang muslim)? Bahkan yang lebih bahaya ninggalin sholat wajib demi ngerjain tugas dosen!!!

Nah loh! Jleeeebbb jleeeeb nyeeessss!

Sudah tau Allah Maha Kuasa, Maha Merajai, Maha Pencipta.
Siapa yang menciptakan dosen?
Allah kan?
Kok bisa kita meninggalkan Allah hanya demi tugas dosen?

Kenapa?

Takut gak selesai tugasnya?
Takut dapet nilai E?
Takut ngulang mata kuliah?
Takut gak dapet nilai sempurna?

Atau apa?

Guys! Ancaman dari dosen itu hanya sebatas nilai E.
Ancaman Allah SWT itu api neraka! Panas guys panas! (siapa bilang dingin Put 😒)
Saking panasnya sunscreen semahal apapun gak akan bisa menjaga kulit mulus dan bening kita dari panasnya api neraka!

*😣 how stupid we are... Ya Allah..
Forgive us for our bad.. Aamiin*

Nah kan.... Kerasa kan kalau kita itu sangat amat pake bangeeeeeetttt bodohnya....

Yuklah intropeksi, minta maaf, berubah dan saling ngingetin satu sama lain.
Gak perlulah saling menghujat. 😉

Ngerjain perintah dosen memang wajib tapi ingat. Jangan sampai tugas dari dosen membuat kita lupa sama kewajiban kita sebagai makhluk terhadap Penciptanya.

Apa?

Yaitu sholat, ngaji, bantu emak bapak di rumah and so on..

Perintah dosen selalu bikin sesek napas tapi, perintah Allah selalu bikin tenang.

Allah cuma nyuruh kita ibadah.
Sholat wajib pun kali gak nyampe 1 jam.
Masa iya sih kalau kita punya banyak waktu untuk ngerjain tugas dosen yang makan waktu 1 x 24 jam aja bisa, masa sholat yang 10 menit aja gak bisa?

Tubuh kita perlu istirahat, hati kita terlalu penat butuh tempat curhat.
Dan satu-satunya tempat curhat terbaik adalah Allah SWT.

Sholat dulu tugas nanti.

Kalau kita selalu bergegas memenuhi panggilan Allah, pasti Allah juga akan selalu bergegas menjawab doa kita.

Nah sekarang kita harus curiga...
Kenapa doa kita lama di respon?
Mungkin kita juga lama merespon panggilan Allah :). Hehe

Intinya mari kita sama-sama ubah judul ini menjadi "Kutinggalkan Tugas Dosen Demi Tuhanku".

Hehee... Sekian. Semoga bermanfaat buat renungan kita sama-sama.





Note : Gua sebagai penulis mendedikasikan tulisan ini untuk diri gua pribadi. Iya, gua masih sering ninggalin Allah hanya demi hal remeh temeh yang dikasih dari ciptaannya yaitu TUGAS. Dari proses pikir panjang alias intropeksi, gua berusaha nulis tulisan ini sebagai reminder diri gua ketika gua lupa.
Dan gua berharap tulisan gua bisa bermanfaat buat orang lain.
Semoga bisa saling mengingatkan.😉
at May 21, 2019 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Friday, May 10, 2019

Kagum Seperlunya Benci Secukupnya

Setiap orang pasti punya seseorang yang dikagumi dalam hidupnya kan? Entah itu doi, artis, ustadz, youtuber dll.

But sometimes, most of us including gua sendiri, suka berlebihan dalam mengagumi atau ngefans sama seseorang yang which is itu gak baik banget buat kesehatan hati dan pikiran.

Kadang kita ngefans sama seseorang sampe-sampe tuh bucin gitu.
We see our idol as the perfect human in this world. No sin like an angel deh pokoknya.
We make our idol as our role model that we can take as a good example to follow!

Yang bagusnya difollow.
Yang jeleknya juga difollow.

Duh kacau wkwk. Kayak diri gua dimasa jahiliyah dulu wkwk.

Gua mau cerita sedikit nih ya tentang how i idol a group band in the past.

Katakanlah band fulan.

Jadi gua tuh dulu ngefans banget sama band fulan :')

Setiap hari denger lagunya.
Setiap hari ngayal bisa ketemu personilnya.
Setiap hari megang sapu sambil nyanyiin lagunya.
Setiap hari update status tentang lirik lagunya di facebook(yaelah jadul bet yak)
Setiap hari ke warnet cuma buat nonton video klip terbarunya di youtube.

Gua ngefans band fulan bukan lagi setengah mati guys! Tapi setengah idup atau bahkan setengah waras!

Pas ada tugas bahasa inggris tentang "invitation".
Yang gua buat adalah invitation buat orang-orang untuk nonton konser si band fulan.  :')

Every single my english task would be related to band fulan pokoknya!

Saking gilanya!

Setiap kali ada haters dari band fulan. Gua bakal siap tawuran dan melawan. Tapi tawurannya di sosmed wkwk.

Pokoknya there were a lot of crazy things i did for my favourite band :')

Untill in 2019 (baru-baru ini)
I heard bad news kalau personil band fulan memakai narkoba.

My heart and my soul is like... Omg! Heart attack!!

Band yang selama ini gua sanjung-sanjung karena keramahan personilnya, ngajinya yang bagus, suaranya yang bagus. Sampe-sampe gua rela ngebela mereka dari nyinyiran haters.

Unfortunately it turns out that they are trapped in the drug abuse!
What ashame!

Ingin gua julid tapi gua pernah ngefans.

Kecewa pasti.
Sedih? Kagak sih.

Tapi dari situ gua petik pelajaran berharga kalau setiap manusia ada 2 sisi yang harus kita benci dan kagumi. Kagumi sisi baik dan bencilah sisi yang buruknya tapi jangan benci orangnya sampe-sampe nge-ghibah yak wkwk.

Kagum dan benci seperlunya, bukan sepenuhnya. Ikuti yang baik dan buang yang buruk. Jangan diikuti semua baik, buruknya seseorang. Wkwk.

Be smart! Be selective!

Kalau mau kagum sepenuhnya mah ya mending kagum sama Rasulullah.. :)

Ya enggak?
Ya kan?
Ya aja dah!

Semoga kita bisa selalu kagum sama beliau dan gak sering2 kagum sama doi wkwk. Lol forget this!

Hopefully we can take the lesson from my very short story above! Bye!


at May 10, 2019 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

The Perks of Being an Introvert

    The Perks of Being an Introvert   Being an introvert means that someone gains energy from being solitude away from the crowd. Norm...

  • How was your day? VS How is your day? 😱
    How was your day? atau How is your day? Hayo pilih yang mana?? 😄 Apa sih bedanya? Okay let me explain.. How was your day? digun...
  • The Perks of Being an Introvert
        The Perks of Being an Introvert   Being an introvert means that someone gains energy from being solitude away from the crowd. Norm...
  • Resensi buku "Ini Tentang Segalanya Yang Aku Kira Tidak Akan Pernah Menjadi Baik-Baik Saja"
    Judul Buku : ITSYAKTAPMBBS (Ini Tentang Segalanya Yang Aku Kira Tidak Akan Pernah Menjadi Baik-Baik Saja) Penulis Buku : Jein Setiyanto He...

About Me

My photo
PutrizukaSensei
View my complete profile

Blog Archive

  • ▼  2022 (2)
    • ▼  April (1)
      • The Perks of Being an Introvert
    • ►  January (1)
  • ►  2021 (8)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  May (3)
    • ►  April (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2020 (13)
    • ►  December (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  March (5)
    • ►  February (1)
  • ►  2019 (26)
    • ►  October (2)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  June (2)
    • ►  May (3)
    • ►  April (4)
    • ►  March (3)
    • ►  February (2)
    • ►  January (7)

Report Abuse

  • Home

Search This Blog

Awesome Inc. theme. Theme images by sololos. Powered by Blogger.