Thursday, March 28, 2019

Berbagilah Walau Tak Punya Uang! Giving is Getting More!

Dia adalah seseorang berkacamata, baik, lemah lembut, pandai, manis, dan cantik yang pernah aku kenal.
Lima tahun yang lalu, ia bersekolah di Madrasah Aliyah Negeri 1 Bandar Lampung, sekolah yang sama denganku. Siapa dia? Dia adalah teman sekelasku, panggil saja Annisa. Sekarang kami melanjutkan studi di Universitas yang berbeda. Aku melanjutkan studi di Universitas Lampung dan dia melanjutkan studinya di UIN Raden Intan Lampung.

Meskipun telah lama tidak bertegur sapa, aku masih ingat dengan nasihat yang diucapkan olehnya di pagi hari saat kami duduk di bawah pohon rindang sekolah sebelum bel berbunyi. 

"Put, kamu tahu gak? Kenapa aku suka datang pagi dan selalu piket kelas meskipun aku gak ada jadwal buat piket di hari itu?" tanya Annisa. 

"Hmmm...karena kamu ingin jadi anak rajin..." ujarku dengan nada menduga-duga. 

"Bukan itu... " jawabnya.

"Terus apa?" 

"Karena aku gak punya uang buat sedekah, jadi aku sedekah dengan tenaga dan waktu luang aku." jawabnya dengan bijak. 

"Maksudnya gimana?" tanyaku penuh penasaran. 

"Aku pernah dengar seorang ustadz berceramah, katanya sedekah itu gak harus selalu dengan uang, tetapi bisa juga dengan tenaga, waktu luang, ilmu dll. Karena aku gak punya uang buat sedekah, makanya aku berinisiatif buat piket setiap hari. Dengan begitu aku sudah sedekah tenaga dan waktu luang yang aku punya. Setidaknya aku bisa membantu teman-teman yang piket setiap harinya. " jelasnya sambil tersenyum.

"Hmm..... iya juga yaa.... " jawabku singkat sambil merenungi kata-katanya yang sangat menyentuh hati.

Bel masuk berbunyi, kamipun beranjak dari tempat duduk kami dan melangkahkan kaki menuju ruang kelas.

Kini semua itu telah menjadi kenangan yang membekas. Walaupun percakapan itu telah lama berlalu, kata-kata itu masih begitu hangat di dalam hati juga ingatanku.
Ucapannya itulah yang mengetuk pintu hati ini untuk memilih guru sebagai profesi yang akan aku jalani kelak setelah aku lulus dari jurusan pendidikan bahasa Inggris Universitas Lampung (aamiin).

Semenjak memasuki semester 6, aku mulai memberanikan diri untuk mengajar privat dan menjadi sukarelawan yang mengajar di panti asuhan. Meskipun ilmu yang kumiliki jauh dari kata sempurna untuk mengajar, setidaknya ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang lain. Bagiku, mengajar adalah memberi dan belajar adalah mendapat. Ketika mengajar, kita tidak hanya sekedar memberi, tetapi kita juga akan mendapat pelajaran yang berharga dalam hidup. Dari mengajar, kita belajar untuk percaya diri, sabar, menghargai, dan memahami karakter setiap orang yang berbeda-beda. Bisa dikatakan bahwa "Giving is getting more" yaitu memberi sama dengan mendapat lebih. 

Aku berharap, suatu hari nanti, aku bisa membuka tempat kursus bahasa Inggris untuk anak-anak jalanan yang kurang mampu (aamiin). Sekalipun kita tidak memiliki uang untuk diberikan, setidaknya kita bisa memberikan ilmu, tenaga, dan waktu luang untuk orang lain yang membutuhkannya.

“Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Wajib bagi setiap muslim bersedekah”. Mereka (para sahabat) bertanya : “Wahai Nabi Allah, bagaimana kalau ada yang tidak sanggup ?”. beliau menjawab : “Dia bekerja dengan tangannya sehingga bermanfaat bagi dirinya lalu dia bersedekah”. Mereka bertanya lagi : “Bagaimana kalau tidak sanggup ?.” Beliau menjawab : ”Dia membantu orang yang sangat memerlukan bantuan.” Mereka bertanya lagi: “Bagaimana kalau tidak sanggup lagi?.” Beliau menjawab: “Hendaklah dia berbuat kebaikan (ma’ruf) dan menahan diri dari keburukan karena yang demikian itu berarti sedekah baginya”.”(HR. Bukhari no. 1353 dan Muslim no. 1676)

"Janganlah takut untuk berbagi! Berbagi tidak akan pernah mengurangi harta maupun kebahagianmu. Berbagi akan selalu menghadirkan ketenangan dan kebahagiaan yang tidak bisa dibeli dengan triliunan uang di Bank sekalipun. Itulah harta berharga yang sesungguhnya."(Putri Ramadhanty)


As a Local Volunteer in AIESEC Summer Project


As a Volunteer to Teach English in Afifah Afwa Orphanage

Hopefully the next photo will be.... 

( As The Founder of English Course for Indonesian Street Children) 


(Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa)

10 Amazing Quotes of Novel "DIFFERENT" by Ima T. Lestari

Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti. 

If your actions inspire others to dream more, learn more, do more, and become more.. 
You are a leader!

Life is a book. Everyday has a new page with adventures to tell, things to learn, and tales to remember. 

Ketika dihadapkan pada 2 pilihan, pilihlah yang sesuai dengan kata hati. Meskipun akan ada yang tersakiti. Sebab, hal yang paling tidak bisa kita lakukan adalah menyenangkan semua orang. 

Menang bukan berarti mendapatkan semua hal yang kau inginkan. Kemenangan yang sesungguhnya adalah ketika bisa menjadi lebih kuat dan lebih baik saat mendapat kegagalan. 

Untuk menciptakan perdamaian, tidak dibutuhkan kekuatan, hanya butuh saling pengertian. 

Jangan malu belajar di usia tua, malulah bila kita menjadi tua dalam keadaan bodoh. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. 

Bukan toleransi namanya, apabila untuk saling menerima, kita harus melepaskan keyakinan masing-masing.

Sering kali kita menuntut orang lain berubah dan lupa tentang betapa sulitnya bagi kita untuk berubah. 


Sampai kapanpun,manusia tidak akan pernah siap. Kalau menunggu siap, kapan berubahnya? Yang diperlukan untuk berubah adalah keyakinan. Keyakinanlah yang membuat kita berani untuk bertindak. 


Note : Gimana? Amazing kan? Quotesnya aja amazing apalagi cerita novelnya... Buy it deh at the nearest bookstore yak! Hehehe ๐Ÿ˜

๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•
๐Ÿ’•Novel Different by Ima T. Lestari ๐Ÿ’•

Wednesday, March 27, 2019

Inspiring Quotes from People Around Me

Jadilah seseorang yang tidak mengkotak-kotakan meskipun pada dasarnya manusia memiliki kotaknya masing-masing.
Cintai kotak sendiri dan hargailah kotak orang lain. (Pak Bambang)

Sabar itu bukan berarti diam tetapi harus terus berikhtiar. (Ust. Handy Bonny)


Suffering is a big motivation in ourlives. (Iwan Setyawan)

Sebelum melangkah, berdoa. Supaya dimampukan. (Mam Flora)

Yang membuat orang kerdil adalah "katanya si A, katanya si B" katanya dan katanya... (Mr. Mahpul)

Kalau cari pasangan jangan yang sama-sama mau, tapi cari yang mau sama-sama. Karena yang sama-sama mau, yang satu mau pergi, yang satu mau bertahan. Ya percuma. (Mr. Mahpul)

Jangan memecahkan masalah. Karena memecahkan masalah berarti menjadikannya semakin banyak dan kecil-kecil. Masalah itu harus diselesaikan bukan dipecahkan. (Pak Sukirlan)

English for law itu mudah tapi english for love itu susah. (Pak Cucu Sutarsyah
)

Seni itu indah menurut saya tetapi belum tentu indah menurut anda. 
(Pak Asyikin)

Miskin itu bukan noda, tetapi pacuan untuk terus berusaha. Ubahlah kondisi keluargamu dengan tanganmu.  (Bunda Eko)

Yang baik belum tentu benar. Yang benar belum tentu baik. Itulah bahasa. (Bu Eni)

Orang tidak akan selalu mengingat apa yang kita lakukan, terutama ketika kita melakukan kesalahan kecil saat tampil di depan umum. (Bu Eni)

Fokuskan pada satu minat yang paling kamu sukai!(Pak Hi. Muslim)

Kalau kamu bisa menghargai orang lain. Maka orang lain akan lebih bisa menghargaimu. (Bu Sita)

Allah dulu, Allah lagi, Allah terus. (Bu Ros)

Rezeki memang gak kemana-mana, tetapi kalo kita gak kemana-mana (di rumah aja)  ya gak bisa dapet rezeki. (Ibu)

Tugas seorang guru bukan hanya memberikan ilmu saja, tetapi membuat murid untuk mau belajar juga bagian dari tugas seorang guru. (Mas Fery)

Kalo kita nulis. Kita harus suka sama apa yang kita tulis. Kalau kita gak suka atau gak menghargai tulisan kita. Gimana orang mau suka dan menghargai tulisan kita? (Ajeng Anggraini)

Kalau kita sudah melangkah keluar rumah pastikan kita mendapat ilmu, pengalaman atau teman. Jangan sampai kita pulang tidak membawa apa-apa. (Anggun Dwicahyani)

Jangan malu-malu kalau mau maju. Pedagang aja kalo malu-malu, dagangannya gak bakal laku-laku. (Anggun Dwicahyani)

Jika kamu naik dengan persiapan, maka kamu akan turun dengan penghormatan.
Dan begitu juga sebaliknya. (Hesti Lestari)

Senjata yang paling ampuh untuk membungkam mulut seorang penghina adalah, bukti.
Maka buktikan! (Hesti Lestari)

Jangan belajar mencintai orang lain sebelum kamu bisa belajar mencintai Allah SWT. (Putri Ramadhanty)

Anggap hinaan sebagai pujian. Jadi kalo ada orang yang menghina, bilang aja terima kasih. (Ahmad Muhajir)

Kalau kita suka nolong orang, nanti pasti ketika kita lagi kesulitan bakal ada aja yang nolong. (Alfilia Sanjaya)

Belajarlah sabar dari hal yang kecil. Mengantri misalnya. (Nurhasanah Sasmalia)

Ngapain mikirin orang yang belum tentu mikirin kita. Siapa tau orang itu lagi ngupil! Atau lagi mikirin orang lain. Nah loh! Mending ngelakuin hal yang bermanfaat. (Oktavia Rahmawati)

Sometimes you don't need any reason why. Like me, i learn it because i just like it. (Rachma Vivien Belinda)

We met people by a reason. (Rainy Altinci Tockary)

Hidup itu harus kaya power rangers. Kalo gak berubah, gak hebat. (Anugrah Waluyo)

Jangan jealous, semua punya momen masing-masing. Kalau aku mengedepankan jealous aku, aku pasti jadi orang yang gak bahagia di dunia. Kalo gak bersyukur gak akan bahagia. (Rizki Athari N)

Act carelessly with everything that can harm you and keep achieving your goals. (Ahmed Hosam)

Human greatness does not lie in wealth or power, but in character and goodness. People are just people, and all people have faults and shortcomings, but all of us are born with a basic goodness. (Shaik Muhammad Madeena)

Kadang kita butuh berbicara ama orang lain, ngeluarin unek unek, cerita tentang masalah apa yg sedang kita hadapin, dan percayalah, itu bakal buat lagi lu lebih baik, bakal buat perasaan lu lebih tenang, jadi jangan pernah berpikiran buat nutup diri lu, jangan pernah berpikiran kalo gw bisa ngelewatin semuanya sendirian, itu gak bener
(Panji Romansyah)

Thursday, February 28, 2019

Break Up! (The real story of mine)

I have a brother studying at MTSN 2 Bandar Lampung. He is a clever boy, but he is lazy to study at home.

One day, i saw something wrong with my brother. He kept using his phone and he looked so happy.  When he wanted to go to school, he took a long time just for combing his hair in front of mirror.
I suspected that my brother fell in love with someone.  I was so curious that i investigated it secretly.

When he left his phone in his room, i checked his phone and looked up some contacts on his message list.

Apparently, he had relationship with his classmate, Zaenab.  So i decided to make a plan about how to make them break up.

I changed the phone number of his girlfriend to be my own phone number. So, if he sent a message, it would be sent on my phone.

The following day, exactly on sunday, he sent a message "Hello my honey... Good morning."

I laughed at that time and replied the message shortly.  I just texted "yes".

My brother didn't realize that it was me who sent him a message. At that time, i was in my room and my brother was in the living room.

I looked at his expression through window and he looked so annoyed when he read the short answer.

He didn't text again.  So, i sent him a message "My baby... I want us to break our relationship up. I love another handsome boy. I am bored with you! Bye! "

My brother looked broken heart and got angry. He replied "Okay fine! If you want it! For your information! I can get another girl and she must be prettier than you! Bye! "

I was so satisfied that i laughed so much. I never thought that my brother would be too confident to say that stuff. Actually, i did it because i wanted him to focus on his study and honestly i didn't have the heart to do it but it was for his good so that i dared to do it.

My brother probably got angry with me, but he didn't show it up. However i hope he know that i do love him from the deep of my heart.

Thursday, February 7, 2019

Goodbye, things. (Fumio Sasaki)

Hi! Readers!
Kali ini, gua bakal ngebahas some important points i got from the book entitled "Goodbye, things." by Fumio Sasaki.


Siapa sih Fumio Sasaki? 

Fumio Sasaki adalah seorang penulis tiga puluh tahunan yang tinggal di apartemen kecil di Tokyo dengan 3 kemeja, 4 celana panjang, 4 pasang kaus kaki, dan sedikit benda-benda lainnya. Dia adalah salah satu dari sekian banyak pecinta minimalisme.
Kalo kalian kepo bisa liat videonya di 


Apa itu minimalis? 

Definisi minimalis itu luas dan relatif. Namun, menurut Fumio Sasaki, definisi dari minimalis itu sendiri adalah orang yang tahu persis hal-hal apa saja yang bersifat pokok bagi dirinya, dan mengurangi jumlah barang demi memberi ruang bagi hal-hal utama itu. 
Setiap orang punya daftar barang-barang pokok yang berbeda-beda. Jadi, penting menurut kita, belum tentu penting buat mereka. Minimalisme bukanlah ajang perlombaan mengenai siapa yang memiliki sedikit barang. Melainkan minimalisme adalah gaya hidup dimana kita harus tahu apa yang menjadi kebutuhan kita. 

Mengapa minimalisme? 

Coba renungkan : tak seorangpun yang lahir ke dunia dengan membawa benda. 

Semua orang mengawali hidup sebagai minimalis. Nilai diri kita tidak ditentukan oleh seberapa banyak barang yang kita punya. Barang bisa membuat kita senang, tapi tidak lama. Sementara itu, semua benda yang kita perlukan sebetulnya hanya menghabiskan waktu, energi, dan kebebasan. 
Misalnya: Di atas lemari banyak sekali piala. Maka jika ingin membersihkan debu di atasnya, kita harus menurunkan piala, membersihkannya, lalu mengembalikan piala ke posisi semula.
Jika tidak ada piala, kita hanya perlu membersihkan saja dan tidak perlu menurunkan atau mengembalikan. 


Tokoh minimalisme:

1.Rasulullah SAW. (based on my opinion not Fumio Sasaki) 
2. Mahatma Gandhi (according Fumio Sasaki) 
3. Steve Jobs (according Fumio Sasaki) 
4. and so on! 


Bagaimana cara menjadi minimalis? 

1. Do it now! 

2. Buang barang-barang yang memang berupa sampah dari ruangan. 

3. Jika terlalu malas, minimal buang 1 barang yang tidak penting setiap harinya. 

4. Kurangi barang-barang kembar. (Jika punya sisir 3. Maka ambil satu dan singkirkan sisanya. )

5. Singkirkan barang yang dalam kurun waktu satu tahun tidak pernah terpakai. (termasuk buku, kalau kamu tidak pernah membaca buku itu selama setahun lebih maka sebaiknya disingkirkan. Jangan pernah berfikir "aku akan membacanya nanti" karena buku yang tidak pernah dibaca dalam kurun waktu satu tahun, pasti tidak akan dibaca "besok/nanti".

6. Dokumentasikan barang yang sulit dibuang. 

7. Sebelum menyingkirkan barang, fikirkan "jika barang ini hilang, apakah saya akan membelinya lagi?" (jika jawabannya "iya" maka barang itu memang penting bagi kamu).

8. Sewalah barang yang bisa disewa. Pinjamlah barang yang bisa dipinjam. (Jika kamera hanya digunakan saat momen penting, tidak perlu membeli kamera, sewa saja.)

9. Tidak perlu memikirkan harga barang yang akan disingkirkan, karena itu akan menghalangi kamu menyingkirkan barang yang tidak perlu. 

10. Rumah bukan museum, tidak perlu ada koleksi. (Semakin banyak koleksi semakin banyak pula energi dan waktumu yang harus kamu habiskan untuk merawatnya).

11. Tidak perlu membeli karena murah, tidak perlu membeli karena gratis. 

12. Saat membeli barang bedakan mana yang kebutuhan, mana yang keinginan.
13. Satu masuk, satu keluar. (Jika kamu ingin membeli tas baru, pastikan kalau tas lamamu tidak layak dipakai. Kalau sudah tidak layak, maka singkirkan. Setelah itu belilah yang baru. Jika ada yang masuk harus ada yang disingkirkan.)

14. Membuang barang memang mubazir. Tapi lebih mubazir lagi jika kita memiliki barang tapi tidak pernah menggunakannya. (Misalnya kamu memiliki banyak buku, tetapi kamu tidak pernah membacanya atau tidak membacanya lagi karena bosan).

15. Barang-barang yang sudah disingkirkan, sebaiknya disumbangkan kepada orang yang membutuhkan (jika masih layak pakai). Jika tidak terpakai lebih baik jual kepada tukang rongsok.


Note : Apa yang gua tulis disini adalah sebagian kecil dari poin yang gua dapet dari buku "Goodbye, things." 
Kalau kalian mau beli, harga bukunya 78 ribu. I strongly suggest you to buy this book! Kenapa? Karena banyak banget kata-kata yang ngena dan juga memotivasi buat kita untuk lebih menghargai apa yang kita punya juga lebih bersyukur guys! 
Apa yang gua tulis disini cuma sebagian kecil deh belum ada apa-apanya. Belum ada juga quotes-quotes kecenya. If you have money! Just buy it! Or you can also watch the video in these links to know more about the book https://youtu.be/s8HiVi9RB6M  or https://youtu.be/_g8epjJWoUw .


"Goodbye, Things" by Fumio Sasaki

Sunday, January 27, 2019

Extrovert Vs Introvert

Hi! Introvert! Hi extrovert!
Hi people!

Pembahasan kali ini adalah seputar introvert dan extrovert.

Apasih introvert?
Apasih extrovert?

Banyak orang yang berfikir introvert itu cenderung pendiam, menyendiri, afraid to talk in front of people, kutu buku, pinter dalam akademis, dll.

Sedangkan extrovert itu adalah orang yang cerewet, suka berkumpul sama orang-orang, pede tingkat dewa, pecicilan, aktif organisasi dan kurang pintar dalam hal akademis.

Bener gak sih?
Well.. Jawabannya itu relatif.

Menurut gua pribadi sih introvert itu adalah orang yang mudah lelah setelah bertemu banyak orang dan mendapat banyak energi ketika dia sedang sendirian.

Sedangkan orang extrovert itu adalah orang yang mudah lelah setelah berdiam diri terlalu lama sendiri dan bakal mendapat banyak energi setelah kumpul dengan orang-orang.

Nah sekarang pertanyaannya pernah gak sih melihat orang yang mengaku dirinya introvert tapi kok dia terlihat extrovert?
Dan ada pula yang mengaku dirinya extrovert tapi dia terlihat introvert?

Kenapa? Kok bisa gitu?

Menurut gua jawabannya adalah :

"Diri kita memiliki 2 sisi yaitu extrovert dan introvert. Yang membuat kita dinyatakan sebagai seorang introvert atau extrovert adalah kecenderungan terhadap ciri-ciri extrovert atau introvert itu sendiri. "

Gak ada di dunia ini orang yang benar-benar introvert dan gak ada pula di dunia ini orang yang benar-benar extrovert.
Kecenderungan introvert atau extrovert juga bisa berubah-ubah tergantung dimana kita tinggal dan dengan siapa kita bergaul.

Fakta di lapangan yang gua lihat adalah gak semua introvert itu kutu buku dan gak semua extrovert itu suka organisasi loh ya wkwk.

Tapi mayoritas sih iya. Makanya ada asumsi "introvert itu pinter di akademis dan extrovert itu pinter di organisasi. "

I myself.  Don't trust that stuff.
Karena gua juga masih menemukan orang introvert yang pinter organisasi.
Ada juga extrovert yang pinter di akademis.

So guys! Mau bagaimanapun kalian.
Extrovert atau introvert.
Kalian tetap manusia terbaik yang diciptakan oleh Allah.

Allah SWT menciptakan si introvert sebagai pendengar supaya ada yang mendengarkan si extrovert berbicara.
Bayangkan kalau semua orang di dunia ini adalah orang introvert alias pendiam! Bayangkan kalau semua orang di dunia ini adalah orang extrovert atau cerewet!

Gak seimbang guys dunia ini. Gak indah!!
Bukankah pelangi itu indah karena warnanya yang berbeda? :)
Maka jangan jadikan perbedaan itu sebuah masalah.

Kalau kalian belum pernah ngeliat sosok introvert dan extrovert yang sangat jelas.
Gua saranin kalian nonton channel youtube nihongo mantappu.

Nih linknya : https://youtu.be/xhihL64ZtGc

Disitu ada jerome and kevin yang punya 2 karakter yang beda. Jerome tends to be extrovert and kevin tends to be introvert.
Happy watching guys!

Note : opini gua berasal dari apa yang pernah gua baca, fakta disekitar gua yang gua liat dan semua itu gua ambil kesimpulannya.
Opini gua bisa bener bisa salah. So don't take it for granted but you also need to look up on the other sources.

Goodbye Julid! ๐Ÿ˜‰

Have you ever heard about julid?
Pernah denger gak istilah julid?

Kalo kalian tau, bisa dipastikan bahwa kalian adalah follower of lambe turah or perhaps one of Syahrini's Fans!

Eaaa ketauan deh......

Kebanyakan dari kita mengartikan julid sebagai "gosip" atau istilah dalam islam dikenal dengan "ghibah" alias ngomongin keburukan orang lain.

Padahal usut punya usut arti julid sendiri ini berasal dari bahasa sunda yaitu binjulid yang artinya iri/dengki.

Eaaaaaa berarti orang yang talking behind someone or talking bad  about someone itu berarti....................... dekil! Eh dengki maksudnya!

Istilah ini dipopulerkan oleh penyanyi fenomenal Syahrini juga sering digunakan di instagram lambe turah alias akun gosip guys!

Sebenernya boleh gak sih julid itu guys?

Well...dalam islam it is totally forbidden guys!!
Seperti yang di jelaskan dalam surat Al-Hujurat ayat 11:

ูŠَٰุٓฃَูŠُّู‡َุง ูฑู„َّุฐِูŠู†َ ุกَุงู…َู†ُูˆุง۟ ู„َุง ูŠَุณْุฎَุฑْ ู‚َูˆْู…ٌ ู…ِّู† ู‚َูˆْู…ٍ ุนَุณَู‰ٰٓ ุฃَู† ูŠَูƒُูˆู†ُูˆุง۟ ุฎَูŠْุฑًุง ู…ِّู†ْู‡ُู…ْ ูˆَู„َุง ู†ِุณَุงุٓกٌ ู…ِّู† ู†ِّุณَุงุٓกٍ ุนَุณَู‰ٰٓ ุฃَู† ูŠَูƒُู†َّ ุฎَูŠْุฑًุง ู…ِّู†ْู‡ُู†َّ ۖ ูˆَู„َุง ุชَู„ْู…ِุฒُูˆุٓง۟ ุฃَู†ูُุณَูƒُู…ْ ูˆَู„َุง ุชَู†َุงุจَุฒُูˆุง۟ ุจِูฑู„ْุฃَู„ْู‚َٰุจِ ۖ ุจِุฆْุณَ ูฑู„ِูฑุณْู…ُ ูฑู„ْูُุณُูˆู‚ُ ุจَุนْุฏَ ูฑู„ْุฅِูŠู…َٰู†ِ ۚ ูˆَู…َู† ู„َّู…ْ ูŠَุชُุจْ ูَุฃُูˆู۟„َٰุٓฆِูƒَ ู‡ُู…ُ ูฑู„ุธَّٰู„ِู…ُูˆู†َ
yaa ayyuhaa ladziina aamanuu laa yaskhar qawmun min qawmin 'asaa an yakuunuu khayran minhum walaa nisaaun min nisaa-in 'asaa an yakunna khayran minhunna walaa talmizuu anfusakum walaa tanaabazuu bil-alqaabi bi'sa l-ismu lfusuuqu ba'da l-iimaani waman lam yatub faulaa-ika humu zhzhaalimuun
Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Jadi intinya, orang yang kita olok-olok itu bisa jadi lebih mulia loh guys!

Everyone can change! Setiap orang bisa berubah.
Contohnya siapa?
Yaitu Umar bin Khatab guys!
Dia dulunya adalah penentang nabi yang paling keras. Sampai-sampai dia pernah berniat membunuh nabi!
Tetapi, atas hidayah Allah, Umar pun masuk islam dan menjadi seorang muslim yang sangat membela agama islam.

Seburuk-buruk seseorang bisa berubah menjadi lebih baik. Dan, sebaik-baiknya seseorang juga bisa berubah jadi buruk.

Pada dasarnya kita yang sering ke masjid itu sama dengan seseorang yang pergi ke club malam.

Maksudnya?
Kita sama-sama punya kemungkinan melakukan dosa dan juga sama-sama punya kemungkinan untuk bertaubat dan mendapat hidayah dari Allah SWT.

Berhentilah membicarakan keburukan orang lain. Mengatakan bahwa orang lain itu adalah orang yang memiliki ciri-ciri sebagai penghuni neraka.

Guys! Ciri-ciri penghuni neraka bukan cuma untuk mereka yang membuka aurat, berzina dan membunuh.

Tetapi ciri-ciri penghuni neraka juga adalah mereka yang menyimpan kesombongan di hati mereka meski sebesar biji zarah, merasa lebih baik dari orang lain, juga membicarakan keburukan orang lain di belakang orang tersebut.

Hati-hati atas dosa kecil. Karena pada dasarnya yang membuat kita terjatuh, bukanlah batu yang besar, melainkan batu yang kecil.

Kita bukanlah malaikat yang selalu benar dan bukan juga setan yang selalu salah. Kita adalah manusia yang bisa benar dan bisa salah. Maka tugas kita adalah saling mengingatkan bukan saling menyalahkan.

Jika kita melihat keburukan seseorang, yang perlu kita lakukan adalah mendoakan orang tersebut supaya berubah.

Juga menasehati orang itu secara personal dan dengan cara yang baik.
Jangan pernah menasehati orang di kolom komentar sosial media seseorang guys!
Itu sama saja mempermalukan orang tersebut!
Nasehatilah orang itu secara personal bukan di depan umum.

Jika kita belum bisa memberi nasehat yang baik melalui ucapan.
Maka berilah nasehat itu melalui tindakan.
Perbaikilah diri kita terlebih dahulu dan jadilah contoh yang baik. Sehingga orang lainpun akan mengikuti kita.

"terkadang nasehat itu gak harus diucapkan tetapi ditunjukkan melalui tindakan baik. "


Sebenernya julid adalah hal yang normal.
Everyone did it! Entah dalam ucapan, ataupun dalam hati. Kita pasti pernah membicarakan keburukan orang lain.
Tapi bagaimanapun kita harus mencegah diri kita dari hal tersebut.

Gimana sih cara go away dari julid atau move on dari julid?
Here the tips:

1. Kalau kita tanpa sadar membicarakan keburukan seseorang, maka harus segera beristighfar dan berhenti berbicara.

2. Jangan dekati teman-teman yang sedang membicarakan orang lain. Atau kalau kita pintar mengalihkan pembicaraan, maka alihkanlah pembicaraan mereka dengan membahas sesuatu yang urgent atau lebih penting.

3. Buatlah daftar 10 dosa besar yang pernah kalian lakukan dalam hidup. Tulis dalam selembar kertas kecil dan bawa kemanapun kalian pergi. Ketika terbesit ingin membicarakan keburukan orang lain. Buka kertas itu dan ingat lagi dosa yang pernah kalian lakukan.
Tanyakan pada diri kalian "pantaskah aku membicarakan keburukan orang lain padahal aku juga memiliki keburukan tersendiri?"

4. Sibukkan diri dengan hal yang lebih bermanfaat. Fokus pada memperbaiki diri kelemahan diri sendiri.

5. Berkumpulah dengan orang-orang yang baik. Tontonlah,bacalah,dengarlah yang baik baik dan berkumpulah dengan orang yang baik-baik. Karena apa yang kita dengar, apa yang kita lihat dan siapa yang menjadi teman kita itulah membentuk diri kita.

Note: Gua pribadi sebagai penulis tulisan ini adalah pribadi yang masih suka julid.
Semoga tulisan gua ini bisa jadi selfreminder buat gua dan teman-teman semua.
Gua hanyalah orang biasa yang gak sempurna. Bagi gua menyampaikan kebaikan gak harus menunggu untuk menjadi sempurna. Karena pada dasarnya menyampaikan kebaikan dan mengingatkan satu sama lain adalah kewajiban semua orang yang mengakui islam sebagai agamanya.
Bukan hanya tugas ustadz atau ustadzah guys!

So guys remind me when i make a mistake and don't talk behind me.

The Perks of Being an Introvert

    The Perks of Being an Introvert   Being an introvert means that someone gains energy from being solitude away from the crowd. Norm...