Ayo Jadi Orang Bodoh

Sunday, October 27, 2019

Jerawat Oh Jerawat

"Ya ampun.. Sekarang Putri jerawatan ya.. Pake blablabla aja biar ilang jerawatnya. " kata bude

"Ya ampun.. Jerawat kamu Put banyak banget...ckckck..." kata ayah

"Eh sini Put.. Kamu mau gak bapak anterin ke salon kecantikan biar jerawatnya sembuh?" kata guru

Sekilas terdengar seperti nasehat yang diberikan supaya seseorang bisa menghilangkan jerawat di wajahnya.

Nasehat dengan balutan niat baik yang sayangnya tidak mampu menghilangkan jerawat seseorang tapi mampu menghilangkan kepercayaan diri seseorang terutama jika diucapkan berulang kali.

Dulu waktu masih SMA, gua adalah seorang Putri yang punya banyak banget jerawat and it was worse than now!

Awalnya, gua merasa B aja dengan keberadaan jerawat gua, karena gua tau di luar sana masih ada orang yang lebih banyak jerawatnya dibanding gua. Dan gua dulu berfikir it was normal to have acne since i was still teenager who is hitting my puberty.

Tetapi lambat laun.
Hal yang menurut gua biasa.
Ternyata dianggap gak biasa oleh orang-orang sekitar gua.
Terutama dari bude, tante, om, ayah, ibu, bahkan sampe guru laki-laki di sekolah gua ikut mengomentari jerawat gua.
Ketika gua menerima diri gua apa adanya, orang lain malah gak bisa menerima diri gua.

Mereka bilang "Muka itu harus dijaga.. "
Mereka bilang "Kalau muka jerawatan nanti gak ada cowo yang mau"
Mereka bilang "Pake ini aja biar jerawatnya ilang.. "
Mereka bilang "Jangan make ini, tapi pake ini aja biar jerawatnya ilang."

Akhinya semua yang mereka bilang, seketika menjadi suatu hal yang harus gua ikutin.

Semenjak itu gua sangat membenci wajah gua.
Gua selalu maju-majuin jilbab gua demi nutupin jerawat gua.
Gua selalu nunduk setiap bicara sama orang lain supaya orang itu gak salah fokus dan merasa jijik sama jerawat gua.
Gua males pulang kampung pas lebaran dan ketemu banyak orang.
Gua selalu menyembunyikan perasaan sakit gua atas nasehat-nasehat mereka dengan nangis dibawah kolong meja.
Gua selalu menjadikan cermin sebagai musuh utama yang perlu gua hindarin supaya gua gak melihat bayangan wajah gua.
Gua menghabiskan uang orang tua gua demi membeli obat-obat jerawat yang selalu disarankan oleh orang-orang.
Dan setelah gua mencoba semua obat jerawat sesuai apa kata orang, jerawat gua malah memburuk.

Setelah jerawat gua memburuk, ada orang yang berkomentar "Kamu ini makanya nyoba dong beli obat jerawat. Jerawat jangan di diemin aja."
Mereka dengan mudah bilang kalau gua gak merawat wajah gua tanpa melihat dan mau tau seberapa banyak obat jerawat yang gua coba dan hasilnya nihil.

Dan akhirnya semenjak gua lulus SMA dan menginjak bangku kuliah, gua dipertemukan dengan lingkungan yang gak mengomentari jerawat gua.
Gua yakin mereka mungkin jijik ngeliat jerawat gua tapi mereka memilih "diam" dan "respect".
Dan diam dan respect mereka itulah yang lambat laun membuat hati gua tenang.
Membuat lelahnya telinga gua menjadi terobati.

Akhirnya gua mulai untuk gak mencoba obat jerawat apapun. Gua mau mengistirahatkan wajah gua, hati dan fikiran gua supaya lebih bahagia.

Gua mulai mencintai diri gua kembali apa adanya.
Dan alhamdulillah day by day jerawat gua berkurang dan gak separah pas di SMA.

Ya meski kadang muncul tapi gua bersyukur karena setidaknya gak separah dulu.
Dan kalaupun nantinya bakal separah dulu lagi.
Gua pastinya akan terus mencintai diri gua apa adanya dengan cara gua sendiri yang easy and low budget yaitu dengan menjaga pola makan.
Misalnya dengan mengurangi makanan yang manis-manis, berminyak, juga kacang-kacangan. Selain itu gua juga rajin cuci muka pake facial wash. Yah.. Cuma cuci muka aja. Gak mau muluk-muluk.

Dan setelah sekian lama gak kena body shaming. Akhinya di semester 7, gua kena body shaming lagi.
Beberapa orang mengomentari "Putri ini aneh ya masa gak mau pake make up atau skincare.. "

Ketika ngedenger hal itu gua gak sakit hati sih.
Biasa aja.
Karena mungkin udah terbiasa. Haha.

Gua cuma diem aja. Senyumin aja.
Semakin lama di diemin malah semakin menjadi.

Dan pada suatu hari ada yang berkomentar "Put.. Kalau mau jadi guru itu harus dandan.. Biar menarik.. "

Hingga akhirnya "BOOM" ! Gua tampar mereka dengan nada ngegas

 "Untuk apa peduli sama kata orang? Yang penting itu apa kata Allah bukan kata orang!"

Seketika mereka diam dan gua tau mereka sakit hati dengan kata-kata gua.
Tapi mereka juga harus tau kalau gua juga sakit hati karena perkataan mereka dan mereka harus sadar akan hal itu. Dan semoga mereka gak melakukannya ke orang lain.

Gua gak pernah mengomentari how their look! But why they have to comment how i look?

Well. Maaf kalau gua pernah ngegas.
Tapi kalian harus tahu.
I have my own reason why i dont wear make up.

Menurut gua sayang banget uang kalau dihabiskan cuma buat muka doang.
Lebih baik uangnya buat beli buku kuliah dan ditabung buat keperluan mendadak.
Alias buat ngeringanin beban orang tua.

Karena gua bukan terlahir dari keluarga sultan dan guapun bukan anak sultan, jadi gua harus membedakan mana kebutuhan mana keinginan.
Dan sebisa mungkin gua memenuhi kebutuhan gua terlebih dahulu daripada keinginan.

It's about priority.

Pada dasarnya gua gak membenci make up atau skin care, hanya saja menurut gua itu bukan prioritas utama gua buat saat ini.

Ada saatnya kok gua bakal pake make up dan skincare seperti yang lain. :)
Yaitu nanti saat gua udah kerja dan kebutuhan utama lain gua udah terpenuhi.

Dan untuk saat ini i just wanna love my self just the way i am. I love my bare face without make up. I love my acnes! I love my self because Allah created me in a perfect way!
Gua gak mau menutupi jerawat gua dengan make up karena i realize my acne is a part of myself. Jerawat bukan aib yang harus ditutupin. :) Melainkan hal yang harus disyukuri.

Bagi gua hal utama yang harus dibenahi adalah hati bukan wajah.
Karena Tuhan melihat hatimu, bukan fisikmu. :)

Kata-kata itu yang selalu mengobati luka gua setiap kali gua sedih ketika dikomentarin prihal jerawat.

Harapan gua cuma satu. Semoga gua bisa membenahi diri gua jadi orang yang lebih baik lagi. Gua berusaha untuk itu.

Buat kalian yang mengalami hal yang sama kaya gua. Mungkin kalian dikomentari tentang bentuk tubuh, tinggi badan atau wajah sampai akhirnya kalian sedih dan terpuruk.

Selalu ingat ya "kalau Tuhan selalu melihat hatimu,  bukan fisikmu."
Dari pada membenahi fisik yang ujung-ujungnya juga bakal keriput dan habis termakan tanah, lebih baik kita membenahi hati kita supaya kita menjadi orang yang lebih baik lagi.

Jangan pernah merasa sendiri.
Jangan pernah merasa kalau masalah kalian paling besar.
Karena setiap orang punya masalah.
Dan masih banyak orang yang punya lebih banyak masalah daripada kita tapi masih bisa kuat.
Dan untuk itu itu kita harus kuat karena kita punya Tuhan.

Disaat orang terdekatmu menyakitimu karena fisikmu, ingat Tuhanmu masih mencintaimu karena hatimu.
Hati yang selalu tegar dan selalu memaafkan mereka yang menyakitimu lewat lisan mereka.

Dan semoga dengan rasa sakit yang pernah kita rasakan ketika menghadapi body shaming, membuat kita belajar lagi untuk menjaga lisan kita agar tidak melukai hati orang lain.

Kalau kita merasa sakit hati karena perkataan orang lain mengenai tubuh kita, kita punya hak untuk menyatakan ketidaksukaan itu.
Kita berhak buat membela diri dan menanggapi dengan cara yang elegan dan tegas.
Supaya orang itu sadar bahwa kata-katanya itu menyakiti hati orang lain.
Dan supaya orang itu tidak melakukannya lagi terhadap orang lain.

Tidak perlu marah dan merasa terhina karena pada dasarnya orang yang menghina bentuk tubuh kita tanpa sadar telah menghina Tuhan yang menciptakan kita dan juga mereka.

Semoga Allah memaafkan kita dan juga mereka semua yang telah menyakiti kita. Aamiin.

Dan buat kalian yang having the same problem kaya gua prihal jerawat.

Saran gua sih.
Konsultasi sama orang yang bener-bener paham masalah muka alias dokter kulit.
Karena kalau kita ngikutin kata orang dan cara orang lain untuk nyembuhin jerawat, biasanya bakal nambah parah.
Kenapa? Karena jenis kulit orang beda-beda dan pastinya obatnya bakal beda. Cocok di orang lain belum tentu cocok di kita.
Makanya kita harus banyakin wawasan tentang jenis-jenis kulit wajah supaya nemuin skincare yang cocok sama jenis kulit. Dan selalu doa sama Allah semoga disembuhin.

Pertanyaannya "Gimana kalau tetep gak berhasil?"

Jawabannya: "Mungkin Allah ingin agar kita lebih membenahi hati kita supaya lebih bersyukur atas wajah kita dan lebih mau membagikan uang kita kepada yang membutuhkan daripada ngabisin uang buat beli skincare.
Positive thinking aja.
Mungkin dengan adanya jerawat kita, kita bisa nemuin orang yang cinta sama kita karena hati kita dan bukan karena fisik kita.
Mungkin dengan adanya jerawat kita, kita lebih menjaga aurat kita dengan gak memamerkan wajah di sosial media yang nantinya bisa menimbukan penyakit ain, atau mungkin disalahgunakannya foto kita oleh oknum-oknum akun porno di instagram.
Mungkin dengan adanya jerawat kita, kita malah jadi nambah ilmu seputar kulit wajah, skincare dan bahan-bahan yang ada di dalamnya.
Mungkin dengan adanya jerawat, kita diajarkan untuk sabar menerima komentar orang dan lebih mencintai diri kita apa adanya.
Bukankah orang yang sabar disayang Allah? Kalau Allah udah sayang?
Jaminannya surga :)
Intinya positif thinking aja ya. :)
Allah punya rencana tersendiri kok. "

Mungkin itu saja yang bisa gua ceritain dan sampaikan. Harapan gua, kita semua bisa menjadi orang yang lebih menjaga lisan kita dan selalu menjadi manusia yang menghargai sesama. Aamiin.


at October 27, 2019 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Wednesday, October 23, 2019

My unforgetable remarkable weird ordinary Indonesian literature teacherπŸ‘¨

Here we go.

I would like to let you know about my teacher in islamic high school.
His name is Asyikin. It is almost the same like word "asik" which means "fun".

Yes.
The way he taught the students was so fun.
He taught indonesian literature in my class. He introduced us about a lot of unusual and unique indonesian poems we didnt know beforehand.

I dont remember all the things about Indonesian Literature he taught.
All i remember the most is just the way he taught and the inspiring words he told.

He said "Art means that what beautiful for you doesnt always mean beautiful for me. You perhaps dont like rock music but others may like it. You can say art is a beauty and there is no exact definition of beauty since everyone defines it in different way.

Whenever i remember what he said, I learn not to force someone to have the same opinion like me and to agree with what i believe as the truth. For me, everyone has different point of views, and we have to respect their decisions, ideas, and opinions as we expect others to respect ours as well.

His words are really stuck in my head.
I can still remember it clearly.

He is so unpredictable and confusing person i've ever known because there is a fact that no teacher in my school who has his phone number but school building keeper. 😁 I wonder why.
He is a teacher in my school but why the only one who knows his number is just school building keeper?

(Well! Let's just forget about it and go on reading)

He is also one of the funniest teachers i've ever met.
He shared each of us a piece of paper consisting 10 questions.
He gave us 5 minutes to finish them! That was so crazy!
I answered 5 questions carefully and i found that the questions were so stupid. I forget what the questions are like but maybe it is gonna be like this "how many letter B do you find in the word Belambangan Umpu?"

I wondered why 3 of my friends could finish it in no time and write i am done on the white board immediately.

I kept going on and tried to accomplish all those stupid questions.

And when i came to the last question i got annoyed since it said "ignore all questions and just wrote i am done on white board".

Whaaaaaattttttttt??
What a waste of time and energy i've spent!
Well i laughed in the end.
I learn something "Dont take everything seriously! We need to chill out and laugh a moment."

Hmm.. Oh yeah..

He once got angry with my class because we made a noise while he was explaining something.
He didn't yell at us or threw a boardmarker to our head or even slam the door at that time.
What he did was so surprising.

He ordered half of students to go outside the class to see around the school yard and tell everything they found outside and the rest of students were asked to stay in the class.
While some students were out. The teacher asked the students inside the class to keep silent and ignore their friends when their friends came back to the class and started to tell everything they found outside the class.


After finishing to see around and get something to tell, they entered the class and they were asked to tell everything they found outside to their seatmates who were only asked to stay in the class.

I was the one who stayed in the class so when my friend told me everything she found in the school yard, i just kept silent and ignored her.

I wanted to laugh at that time because i couldnt pretend in that way. But i tried not to laugh. My friend was so confused and annoyed to be ignored by me. Her face turned red like fire.

The class became full of silence until in the end my teacher broke the silence and said "how does it feel to be ignored by your friends while you are talking?"

 "Annoying.."some students replied

"do you like to be treated in that way?" asked my teacher.

"no... " we answered.

He said and smiled "Well.. I hope you learn something today.. Respect others as you expect someone to respect you. "

Finally he left the class before his class actually ended.

I got impressed of what he did.
About how he expressed his anger and advice in a good way instead of yelling or cursing us.

He is so a remarkable and unforgetable teacher.I feel so lucky to meet him and have him as my teacher.

I hope he's always in Allah 's guidance and protection.

I think that's all i want to share to you.
Wish you get a lesson from what i've shared here.

And thanks for reading!



at October 23, 2019 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Sunday, September 8, 2019

Birthday Invitation Card (Kartu Undangan Ulang Tahun Pake Bahasa Inggris)

Hi! Kalian yang sedang kebingungan!

Bingung gimana cara bikin undangan ulang tahun pake bahasa inggris? 

Don't worry be happy! 
It's gonna be easy! 
Trust me! 
It works! 

Okay langsung aja ke langkah-langkahnya ya.. 

Yang pertama, tentuin untuk siapa tuh suratnya.

Contohnya: 

To : Bambang (Untuk: Bambang) 

Yang kedua, buat kalimat ajakan buat ngundang temen-temen ke acara ulang tahun. 

Contohnya:

You are invited to Bambang's 17th Birthday.
(Kamu diundang di acara ulang tahun Bambang yang ke tujuh belas)

Come and join to celebrate Bambang's 17th Birthday! (Datang dan bergabunglah untuk merayakan ulang tahun Bambang yang ke tujuh belas) 

Please join us for Bambang's 17th Birthday! 
(Ayo bergabung bersama kami untuk merayakan ulang tahun bambang yang ke tujuh belas)

Dan masih banyak lagi cara kalimat ajakan yang bisa kalian pake! 

Yang ketiga, beri keterangan kapan pesta ulang tahunnya diadakan. 

Contoh:

Date: 9th of January 2019 atau January 9th 2019. (Tanggal: 9 Januari 2019)
*Catatan:pilih salah satu dari dua penulisan tanggal diatas*


Time: 09.00-10.00. (Waktu: 09.00-10.00)

Yang keempat, tulis keterangan tempat. 

Contoh:

Place: Amazon Forest (Tempat: Hutan Amazon) 


Yang kelima, tuliskan nama pengirim.

Contoh:

From: Udin (Dari: Udin) 

Yang terakhir adalah berikan CP atau kontak person supaya orang yang diundang bisa memberikan konfirmasi kehadiran. 

Contoh: 

RSVP: 089665383947


RSVP yang merupakan singkatan dari bahasa Perancis Rezpondese s'il vous plait (Harap respons atau konfirmasi kehadiran).






at September 08, 2019 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Wednesday, August 21, 2019

How was your day? VS How is your day? 😱


How was your day? atau How is your day?

Hayo pilih yang mana?? πŸ˜„

Apa sih bedanya?

Okay let me explain..

How was your day? digunakan saat kita ingin menanyakan apakah hari yang telah dilalui seseorang telah berjalan dengan baik atau tidak.
Biasanya ditanyakan pada malam hari atau di hari berikutnya setelah hari itu berakhir.
Misalnya, kalian punya gebetan dan kalian lagi LDR.
Nah kalian ingin tau bagaimana hari yang telah dilalui atau bagaimana rutinitas si gebetan yang telah selesai di hari itu. Kalian bisa tanya menggunakan How was your day?

Sedangkan How is your day? digunakan saat kita ingin menanyakan apakah hari seseorang sedang berjalan dengan baik atau tidak.
Biasanya ditanyakan pada siang atau sore hari saat seseorang masih menjalani harinya dengan rutinitas yang ia miliki.
Pada umumnya pertanyaan ini bisa ditambahkan going sehingga menjadi How is your day going? (bagaimana harimu sedang berjalan?) 

Kesimpulan:

How was your day? digunakan untuk menanyakan hari yang telah dilalui seseorang atau telah selesai. Sedangkan How is your day going? digunakan untuk menanyakan hari yang sedang dijalani seseorang atau masih berlangsung.

Note: Semoga bermanfaat!

Referensi: https://www.instagram.com/p/B1bIXP_FR86/?utm_source=ig_web_copy_link



at August 21, 2019 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Monday, August 19, 2019

Bisa Bahasa Inggris Dalam 1 Hari??


Corny questions πŸ˜ͺ

Kak gimana cara belajar bahasa inggris yang mudah dan menyenangkan?
Kak gimana cara biar cepet bisa bahasa inggris? 
Kak gimana cara bisa pinter bahasa inggris? 

Blablablaa...

Mudah, menyenangkan, cepat dan langsung bisa 

Hampir semua orang bercita-cita untuk menggapai segala sesuatu secara instan.
Segala sesuatu yang cepat dan langsung membuahkan hasil.

Kenapa harus cepat?
Kenapa harus mudah dan kenapa harus langsung membuahkan hasil?

Bukankah segala sesuatu dunia ini tidak ada yang instan?

Bahkan mie instan yang katanya "instan" masih juga butuh proses dalam pembuatannya hingga akhirnya siap disajikan bukan?

What do i think related to those very common questions?

Menurut saya pribadi sebagai penulis blog ini (cieeeilah).

Semua perlu proses, tidak ada yang instan.

Cepat atau lambat.
Mudah atau susah.

Diri kitalah yang menentukan.
Bukan guru atau buku yang telah kita baca. Terutama dalam belajar.

Sepandai apapun seorang guru mengajarkan dan menjelaskan suatu ilmu.
Kalau tidak ada keinginan dari diri kita untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, lalu apa gunanya?

Sebanyak apapun buku yang kita baca tapi kita tidak pernah mau mengamalkan isi buku-buku itu, lalu apa gunanya?

Ilmu yang kita punya hanya sebatas hafalan belum mencapai tahap penerapan.

Contoh kecilnya adalah setiap orang tahu bahwa kebersihan adalah sebagian dari pada iman. Lalu kenapa masih saja banyak yang membuang sampah sembarangan?

Apakah guru-guru di Indonesia tidak pernah mengajarkan tentang kebersihan?

Jawabannya adalah "guru mereka mengajarkan kebersihan tetapi mereka tidak melakukan apa yang disampaikan".

Wanna be good at speaking? Yeah just speak everyday
Wanna be good at writing ? Yeah just write everyday

Sama halnya dengan belajar bahasa inggris.

Semua orang pasti tahu persis bagaimana langkah-langkah pandai berbahasa inggris.
Misalnya:
1. Sering-sering mendengar percakapan bahasa inggris, lagu, film, berita, dll.
2. Sering-sering ngomong pake bahasa inggris.
3. Sering-sering baca buku bahasa inggris.
4. Sering-sering nulis menggunakan bahasa inggris.

Simplenya cara belajar bahasa adalah dengan cara membiasakan diri untuk menggunakannya.

Do a lot of mistakes and learn from the mistakes! 

Fungsi bahasa itu sebagai alat komunikasi kan?
Maka gunakan bahasa itu sebagai alat komunikasi. Jangan hanya sekedar dijadikan  hafalan tata bahasa dan kosakata saja.

Takut salah?

Kenapa harus takut?
Toh salah ngegunain grammar atau tata bahasa tidak akan berdosa atau dimarahin Tuhan kan? Barangkali hanya dimarahi guru. Hehe
(Abaikan saja guru-guru galak itu!
Jangan sampai mereka meruntuhkan motivasi kita ya!)

Dalam belajar bahasa apapun, membuat kesalahan sangaaaat diwajibkan.

Kenapa?

Karena dengan membuat kesalahan, pasti nantinya bakal ada yang mengoreksi kesalahan kita. Pada akhirnya kitapun belajar dari kesalahan itu.

Kalau tidak mau mencoba karena takut salah, sampai kapanpun tidak akan pernah bisa.

Pertanyaannya "Kalau semua sudah tahu langkah-langkah belajar bahasa inggris, lalu kenapa masih saja ada yang tidak bisa bahasa inggris atau suka lupa kosakata bahasa inggris meskipun belajar bahasa inggris di sekolah bertahun-tahun?"

Lagi-lagi semua itu tergantung seberapa konsisten diri kita dalam membiasakan mendengar, berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa inggris.

Semakin jarang mendengarkan, semakin sulit untuk paham.

Sering mendengarkan tapi tidak pernah berbicara, pada akhirnya hanya paham tapi tidak bisa berbicara.

Sering membaca dan menulis tapi tidak pernah berbicara, pada akhirnya pandai dalam menulis namun tidak pandai berbicara dan memahami lawan bicara.

Belajar bahasa tidak akan pernah cukup jika hanya di dalam kelas. We need to explore it more and more deeply outside the class.
Jangan terlalu bergantung pada guru karena kesuksesan belajar kita bukan tergantung guru tetapi tergantung diri kita sendiri.

Jangan pernah menyalahkan orang lain atas ketidakmampuan kita dalam melakukan atau mencapai sesuatu. Blame ourselves first, find out the problem, and fix it.

Sumber ilmu tidak harus selalu berasal dari lisan guru, tetapi bisa berasal dari mana saja seperti teman-teman kita, vidio di youtube, buku di toko buku atau di perpustakaan dll. So, dont ever lose hope!

No more excuse! 

Alasan selanjutnya mungkin "Kak, kalau tidak ada teman ngobrol untuk belajar bahasa inggris bagaimana? "

Sekarang teknologi sudah canggih kan? Bahkan kita sudah bisa loh nyari teman dari luar negeri dengan mudah dari sosial media sejenis instagram, speaky dan tandem (tapi harus selektif dan hati-hati ya memilih teman di sosmed).

Recommeded videos to watch

https://youtu.be/nHhnqEkswoY

https://youtu.be/Yoq3aWE-K30

https://youtu.be/Cbujmz7dC-g

https://youtu.be/f2AOJGY9qSM

Note

Saya as a writer, juga punya kendala dalam berbicara bahasa inggris.
I do realize what the problem is and i want to share it so that we all can recognize and make an action to fix our problems in learning english and also hopefully this writing is gonna be a trigger for us to keep learning everyday and practising everyday. By: Putri Ramadhanty

-Language is a habit-
-So make it as a habit-


at August 19, 2019 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Saturday, June 29, 2019

Hikmah behind KKN 🏑 (Ini Ceritaku Mana Ceritamu?)

Air..
Air.. 

Pelajaran yang gua dapet dari KKN ini gak jauh-jauh dari yang namanya air. 
Hal yang selama ini gua buang-buang percuma kalau gua di rumah. Seringkali gua sibuk main hp sampe lupa matiin air tower. Alhasil air terbuang percuma dan tanpa merasa bersalah gua terus menerus gak pernah belajar buat peduli sama air yang banyaaaaaaaakkkk bangeett terbuang.  That's my bad habit. 

Dan mungkin many of you did the same thing. 

Yang namanya di rumah, gua bisa mandi 2 kali sehari bahkan mandi 5 kalipun it is not a big deal.

Gua jarang banget bersyukur untuk hal-hal kecil. Dan sering aja ngeluh dengan hal-hal yang gak gua punya. 
I shouldn't do that.

Ketika KKN...

Everything has changed! 

Bisa mandi satu kali sehari aja itu...
Rasanya luar biasa.... 
Berharga... 

Yak.. 
Di daerah Way Kanan terutama di kecamatan Baradatu, desa Banjar Negara. 
It's hard to get water since it is in dry season alias kemarau. 

No sumur bor kawan-kawan... :')

Dan air tower cuma dihidupin subuh sama sore.... :') itupun ngalirnya kecil banget :')
Nyuci bajupun 2 atau 3 hari sekali...
Fyuh! Untuk meminimalisasi cucian. 
Willy nilly we have to take a bath once a day... 

How pity we are.. Lol.

But.. Still... 
Gua harus bersyukur bisa mandi walaupun cuma sehari sekali. 

Di luar sana mungkin ada daerah yang bener-bener gak ada sumber air bersih buat mandi dan minum atau bahkan buat beli airpun susah.

Iyaa kan?? 

Gua masih bersyukur karena gua bisa nemuin air mineral gelas sampe ukuran galon di desa ini.
Jadi,  gua gak bakal mati kehausan selama KKN. 

Mandi satu kalipun gua sudah amat bersyukur. Setidaknya gua masih bisa mandi pake air bersih yang gak bikin badan gua gatel-gatel. :')

So.. 
I dont wanna share long story alias kebanyakan curhat. 

Tapi disini gua pengen diri gua dan siapapun yang baca lebih menghargai + mensyukuri hal-hal kecil seperti air. 

Jangan selalu melihat ke atas dan mengeluhkan hal-hal yang kita gak punya. 
Malah, kita harus lebih melihat hal-hal kecil yang kita punya dan membayangkan "Bagaimana jadinya kalau nikmat yang sudah kita punya diambil sama Allah?".

Memang bener.. 

Terkadang kita bakal belajar bersyukur setelah nikmat yang kita punya diambil sama Allah. 

Dan itulah yang gua rasain.. 

Nikmat mandi 2 kali sehari yang gua rasain setiap hari di rumah, yang jarang gua syukuri dan malah gua sia-siain nikmat air itu. Sekarang jadi suatu hal yang sangat gua syukuri ketika gua ngerasain namanya susah buat nyari air. 

So, buat kalian yang masih bisa menikmati mandi 10 kali sehari. 
Bersyukurlah. 
Dan berhematlah.
Jangan biarkan air keran itu mengalir hingga terbuang percuma. 
Karena setiap tetes air yang mengalir, yang kita remehkan juga seakan-akan gak berharga adalah air yang sangat amat berharga bagi mereka yang kekurangan air di luar sana. 

Thank you for reading my blog anyway! 
Hopefully you find it useful. :)
at June 29, 2019 1 comment:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Saturday, June 8, 2019

Rekomendasi Hadiah Untuk Ibu


"Dek,  tolong pijitin ibu ya... Kaki ibu pegel-pegel.. "

"Ih.... Maleslah.....

Adek lagi maen games nih bentar lagi menang...nanggung bu...Abang aja tuh yang suruh mijitin... " jawab si adik. 

"Ish.. Apasih kok jadi abang?! Abang lagi banyak tugas nih! Pusing.... !" Sahut si Abang dengan nada kesal. 


"Yasudah ndak papa kalau gak ada yang mau mijitin ibu.. Jangan berantem..... Lanjutkan saja maen games sama belajarnya. " ujar sang ibu sambil tersenyum. 


Sounds familiar for you??
What about this one?

"Nak kapan kamu pulang ke rumah? Ibu rindu."

"Maaf ya bu belum bisa, aku sibuk jadi panitia balap karung.. Mungkin minggu depan. "


Seminggu kemudian..... 


"Nak kapan kamu pulang ke rumah? Katanya minggu ini kamu pulang?"


"Duh.. Maaf ya bu... Minggu ini aku gak bisa.... Tugas kuliahku banyak bu, jadwal padat."


"Yasudah ndak papa... Jaga kesehatan ya Nak... "


"Iya.. Udah dulu ya bu.. Aku lagi ngerjain tugas."


Pernah ngalamin?
Pasti pernah dong!
Terutama kalau kalian merantau ke luar untuk menimba ilmu.
Your mother's gonna keep asking "When will you go home, Dear?"
Dan kalian gak yakin kapan bisa pulang ke rumah.

Ketika hati pengen pulang ke rumah, ada aja halangannya.
Seakan-akan Tuhan gak ngizinin kita pulang ke rumah.
Sebenarnya bukan Tuhan yang gak mengizinkan, hanya saja situasi yang gak memungkinkan.

Sebenarnya ........

It's normal to have many things to do.
It's normal to be busy.
But it's not normal if you can't make your your time for your Mom.

Come on!
Jangan selalu membiarkan ibu menelfon.
Tapi telfonlah ibu sebelum ia menelfon.
Don't wait for your mom to call first!
At least sempatkan waktu 15 menit buat bicara.
She misses you a lot! Of course!
She doesn't need you to be the smartest student in the university or the richest person in the world!

She just wants you to be happy.

She forces you to study hard or work hard.
It's not for her. It's for you!
She knows if you study hard and work hard, you'll be able to earn money by yourself and fulfill your daily needs in the future. She knows that she won't live forever in this world to accompany you all the time! You can't count on her forever!
You'll have to be independent!

All she wants is to see you growing up as an independent, strong and good person.
Just it!


It's for your happiness!
Your happiness is her happiness.

Well... I will show you my friend's story.
I can't tell the name, but hopefully you all as the readers can get the lesson after reading this all. πŸ˜‰

My mom is the biggest liar I've ever met.

Sebenarnya, kisahku sederhana sekali. Aku lahir sebagai anak tunggal. Ayah meninggal saat umurku tiga tahun. Bahkan jujur aku tidak ingat wajah ayah, kalau saja aku tidak memiliki foto beliau. Ternyata kami mirip bahkan sampai ke bentuk hidung dan warna kulit, hehe. Aku hanya ingat sepenggal kisah saat mendiang ayah masih hidup. Bagaimana aku diperlakukan sebagai putri. Namanya juga anak pertama. Siapa sih yang tidak demikian? Sampai akhirnya ayah tutup usia, nenek menceritakan kalau ayah mencintaiku dan akupun mencintainya.

Saat ayah meninggal semua orang menipuku. Mengatakan kalau ayah harus tinggal sendiri, dan aku harus terima itu. aku terima saja. Satu yang menjadi pertanyaanku. ‘apakah dirumah baru nanti ayah punya kasur? Rumahnya bagus tidak?’ bukan apa-apa. Ayah sakit waktu itu. jangankan untuk berlari, memangku ku saja ayah tidak bisa. Dan aku bertanya pada ibu, kapan ayah akan tinggal lagi dengan kita? Ibu hanya menggeleng tidak menjawab. Yang aku ingat, mata ibu sangat merah waktu itu dan ibu berubah menjadi pendiam. Aku tidak suka.

Sampai pada akhirnya, aku tau kalau ayah tidak akan kembali. Rumah ayah berbeda. Atapnya dari tanah. Ayah tidak bisa keluar dari rumahnya. Kata ibu, kalau rindu titip doa lewat tuhan saja. Pakai mukena lalu berdoa lima kali sehari. Bilang kalau kamu sayang ayah dan sering jenguk kamu lewat mimpi. Aku bingung. Kenapa ayah tidak mau keluar dari rumahnya, apa tidak rindu aku? Padahal dia janji kalau kami akan bermain lebih lama. Setidaknya sampai matahari terbenam. Tapi yasudah. Kalau aku terlalu cerewet nanti ibu sedih. Aku tidak suka.
Semua kami jalani tanpa ayah. Aku tinggal dengan ibu, nenek, dan beberapa orang paman yang sayang padaku. Seorang pamanku pernah bilang, kalau ada yang Tanya ayah kemana, jawab saja;
“ayah merantau. Jauuuhh sekali. Kalau rindu Cuma bisa titip doa.” Sejujurnya aku tidak suka kalau ada yang bertanya demikian. Aku tidak suka orang-orang mencari ayah lagi. cukup aku dan ibu yang tau dimana ayah. Sudah saatnya ayah istirahat. Jangan di ganggu lagi. kalau rindu, titip doa sama tuhan saja. Dan yang membuatku heran, orang-orang sering menatap iba padaku. Ada yang mengusap kepalaku, ada yang bilang;
“sabar ya.. anak yatim adalah anak semua umat muslim. Orang tua mu banyak. Kami semua orang tuamu.” Kalau saja aku sudah pahamm saat itu aku akan menjerit dan berkata;
“aku ingin ayah. Aku ingin ayah kembali kesini. Bukannya sembunyi dirumah barunya yang aneh dan tidak ada pintu masuknya.” Tapi aku hanya diam saat itu. akupun kesal kenapa aku banyak diam waktu kecil.

Ibu banting tulang bekerja demi aku bisa sekolah. Nenek menghiburku dan mengajari banyak hal. Pamanku yang kecil memboncengku dengan sepeda bututnya demi aku bisa membeli es limun seharga seratus perak. Hidup terus berjalan. Aku masuk taman kanak-kanak, punya teman yang kadang diantar sekolah oleh ayah mereka. aku kembali bertanya;
“apa ayah tidak rindu aku? Aku sudah pakai seragam sekolah sekarang.”
Jika ada orang paling peka di dunia ini, dialah ibu. Itu menurutku. Ada tali batin antara aku dan ibu yang tidak dipahami oleh orang lain menurutku. Ibu tau aku rindu ayah. Maka besoknya, ibu menghabiskan banyak waktu denganku. Bukannya ibu tidak peduli padaku sebelumnya. 

Hei jangan salahkan ibu kalian jika dia tidak ada waktu demi mencari sesuap nasi untuk kalian. Toh kasih sayang tidak selalu dalam bentuk perlakuan. Bayangkan saja, ibu mana yang bisa tenang kalau anaknya kelaparan? Ibu itu penipu terbaik. Dia akan berkata kenyang tanpa memakan apapun demi kita bisa kenyang. Maka jangan salahkan ibu kalian jika dia bekerja keras dan memiliki sedikit waktu untuk kalian. Yang ada di dalam pikiran beliau hanya kita. Bagaimana kita aman, kenyang dan hangat. Apalagi untuk single parent seperti ibuku. Awas ya kalau kudengar kalian bilang;
“ ibu selalu sibuk uang dan tidak ada waktu untukku.” Pikirkan sekali lagi. ibu mana yang ingin anaknya sakit? Dude, kau lah harta berharga ibumu. Jangan banyak mengeluh.

Penyesalanku sampai saat ini adalah, belum bisa membanggakan ibuku. Aku tidak juara dikelas, aku tidak pintar, dan aku tidak bisa apa-apa awalnya. Matematika ku lemah, ilmu sosialku lemah dan Sains ku lemah. Ibu hanya diam saat ada ibu-ibu lain membanggakan anak-anaknya di depan orang lain. Tapi di depanku, ibu selalu bilang.
“ibu bangga punya anak kayak kamu. Kamu selalu makan habis makanan yang ibu bikin, kamu selalu semangat kalau senam disekolah.” Aku senang. Ibu selalu memujiku bahkan disaat guru disekolah menyebutku anak lemah. Aku suka ibuku pokoknya. Dialah perwujudan ayah dan ibu disaat yang bersamaan.

Saat aku menginjak pendidikan menengah pertama. Ibu mengatakan kalau dia akan menikah lagi. entahlah, aku bingung harus bereaksi bagaimana. Aku tidak mau ibu melupakan ayah. Tapi aku belum punya apa-apa untuk membahagiakan ibu dan melarang dia menikah lagi. akhirnya, aku mengalah. Ibu boleh menikah asalkan itu bisa membuatnya bahagia. Maksudku, aku belum punya sesuatu yang bisa membuat ibu bahagia mengalahkan rasa bahagianya untuk menikah. Dan ayah tiriku, memiliki seorang laki-laki yang lebih tua dariku. Dan dia juga tunggal. Kehidupan baruku dimulai. Dimana penilaianku mengenai ibuku seorang pembohong semakin menjadi.

Aku memasuki masa transisi, dimana hidupku harus berbagi dalam segala hal. Berbagi kasih sayang ibu dengan saudara baru. Ngomong-ngomong, kakak tiriku ini ditinggal mendiang ibu nya saat dia berada di kelas tiga sekolah dasar. Awalnya aku biasanya saja. Ibu berhak sayang pada siapa saja. Namun lama-lama aku merasa tersaingi. Saudara tiriku pintar, dia juara. Dia seperti menjadi idola baru dikeluarga. Aku benci. Aku menahan semua itu sendirian. Bahkan, di pertengkaran ku dengan ayah tiriku, bahkan dengan saudara tiriku, tidak ada yang membelaku. Aku bahkan sempat benci pada ibu. Kenapa dia diam saja saat aku dimarahi. Apa dia hanya sayang pada kakak tiriku karna kakak tiriku yang terbaik? Pintar dan sebagainya? Aku dan ibu berada di fase terhalangi oleh sebuah sekat tipis. Aku memperjuangkan diriku sendiri dan ibu dengan perjuangannya demi aku. Ayah tiriku baik. Sangat baik malah. Aku tidak akan menilai dia jelek. Dia baik kepadaku seperti kepada anak kandungnya. Tapi tetap saja, aku akan bertahan pada mendiang ayah. Aku tidak tau apakah ibu sudah melupakan ayah. Tapi kuharap ayah dengar ini;
“biar semua orang melupakan ayah. Tapi aku akan tetap mencintai ayah dan ibu. Kalianlah orang tua kandungku. Aku sayang ayah. Sampai kita dipertemukan lagi di akhirat.”

Tahun-tahun sulit terjalani. Aku diterima kuliah diluar kota. Aku sempat ragu meninggalkan ibu. Maksudku, aku anak ibu. Aku sudah berjanji pada ayah untuk menjaga ibu. Kalau aku pergi lantas ibu bagaimana? Ibu bilang:
“tidak papa. Ibu kan ada nenek dan ayah. Kuliah yang rajin ya. Biar hidup kamu enak. Lebih baik dari yang sekarang” aku ingat. Selalu ingat perkataan yang itu. Aku kuliah jauh dari ibu dan setiap kali menelpon, ibu selalu menguatkanku yang dilanda homesick.
“ibu sakit? Kok suaranya beda?” tanyaku suatu hari ditelpon.
“engga. Ibu cuman habis dari masak dagangan. Dapurnya kan pake kayu bakar. Batuk.”
“jaga kesehatan bu. Jangan dipaksain kerja. Nanti sakit.”
“ibu ini kuat. Jangan diremehin. Kamu sedewasa ini kalau bukan karna ibu yang membesarkan, lalu karna siapa?” 
ibu selalu bisa membuatku terkagum. Rasanya tidak salah hari ibu diadakan. Dan besoknya, saat aku menelpon dengan nenek, beliau keceplosan bilang kalau ibu lagi sakit. Ibu menipuku. Dengan baiknya. Ibu selalu bilang dia kuat, dia sehat, jangan diremehkan. Tapi dia terkadang lupa kalau dia manusia dan manusia butuh istirahat.

Semakin dewasa umurku, semakin kritis aku pada ibu. Semakin sering ibu berbohong. Berbohong sudah jadi kebiasaan ibu. Walaupun aku sudah tau. Tapi ibu selalu ingin aku tidak mencemaskan beliau. Seperti yang terjadi beberapa hari lalu. Aku dan ibu tengah sibuk didapur. Aku mengutarakan isi hatiku buat pertama kalinya. Aku mengatakan kenapa ibu selalu mengalah dengan ayah? Padahal aku tau ibu terkadang tidak setuju dengan pendapat ayah. Kadang aku kesal. Kenapa ibu jadi lemah begini? Maksudku, memang suami memimpin rumah tangga, tapi apakah seperti yang dilakukan ibu? 

Aku sedikit terganggu. Dan ini yang ibu bilang;“ibu gapapa. Selama ayah masih memperlakukan kamu sama seperti anak kandungnya. Gapapa ibu mengalah. Ibu pingin kamu bahagia, ke. Ibu pingin kamu fokus kuliah dan sukses. Jangan jadi kaya ibu. Ayah juga niatnya baik. Pengen hidup kita ini lebih baik. Ibu mah udah tua.”
“tapi apa ibu bahagia?”
“ibu bahagia kok. Kan ibu punya kamu. Kamu tau? Kepulangan kamu sangat ibu nantikan. Kamu suka bantu ibu kerja. Tenaga kamu kuat buat bantu ibu. Ibu bangga sama kamu.”

Kalian tau? Ibu ku menukar kebahagiaannya demi aku. Ibu yang ku bilang lebih sayang saudara tiriku ketimbang aku dulu, ibu yang membiarkanku dimarahi ayah tiriku. Dan ibu yang selalu mengikuti kemauan semua orang. Dan ibu yang yang selalu terdengar kuat di telpon. Semuanya bohong. Aku tidak akan mengatakan kalau ibu tidak bahagia dengan pernikahannya yang sekarang. Hanya ibuku yang tau.
Yang bisa ku katakan adalah, ibuku menyerahkan segalanya demi aku, ibu secara tidak langsung menamengi aku dengan dirinya. Melindungi aku yang sok kuat ini, dan berbohong agar aku bisa meraih mimpiku. Bukan demi dia yang sejahtera dihari tua.
Bukan untuk menuntut agar aku memberangkatkan dia ke mekkah suatu saat nanti. Hanya sederhana. Demi aku bisa bahagia. Demi aku bisa menikmati hidupku. Demi aku anaknya. Hanya itu. ibu menampung semua keluhanku mengenai kuliah, sedangkan beliau lebih lelah ketimbang aku. Ibu bohong mengatakan kalau dia sehat. Sedangkan aku menemukan banyak obat di kamarnya. Obat sakit kaki, sakit tangan. Semuanya karna bekerja berat demi mengirimkan uang jajan untukku. Ibu bilang dia senang, padahal terkadang kutemukan wajah murungnya yang tidak ingin dia perlihatkan padaku. Ibuku pembohong. Ibuku berbohong demi aku.

Sekarang, aku bertekad. Aku akan menjemput kebahagiaan ibu kembali. Aku akan membawa ibu kemanapun aku pergi kelak jika aku sudah bekerja. Akan kubahagiakan ibu hingga ibu tidak perlu berbohong dan berpura-pura lagi. dan semoga allah berikan ibuku surga yang indah dan tentram kelak.

Pesanku Cuma satu. Tidak usah penasaran dengan dewi yunani, tidak usah penasaran dengan malaikat. Kita selalu punya satu. Aku punya malaikat yang rela  memotong sayapnya demi aku bisa terbang. Bagi kalian yang sama denganku, berjanjilah suatu saat akan mengembalikan sayap itu atau bahkan menukarnya dengan yang baru. Berjanjilah. Dan jangan sekali-kali membentak ibu kalian. Jangan sekali-kali. Hormati dia. surga dibawah telapak kakinya. Ridho allah, ridho ibumu. Berjanjilah untuk membahagiakannya hingga dia berhenti berbohong. Kalian boleh bermimpi untuk travelling atau membeli pulau sekalipun. Tapi jangan lupakan satu mimpi yang wajib kalian penuhi;
“SEDIAKAN HARI TUA YANG TERBAIK BAGI IBU DAN AYAH KITA.’

Salam buat seluruh ibu di dunia.

 (C'est La Vie)

If you imagine your mom while reading, your tears will slowly fall down and you need some tissue to wipe it up.

The last one..
I wanna let you know something.

This is what i got during my holiday.
My grandma living alone in her house with noone! If the holiday comes, all her children and grandchildren will gather at her house. She is so happy. But after the holiday ends. Her house feels empty and silent. She always cries when it is the time for her sons and daughters to go back to their homes.

My aunty asked if my grandma was willing to stay with her or not.
All sons and her daughters are worried about her if she lives alone at her house since my father passed away. My grandma refused to stay at my aunty's house. She said "Who will take care of my roosters, hens and chickens at my house,huh?"

I know it was just a lie.
The fact is she doesn't wanna bother my aunty by staying at her house.
She doesn't wanna bother her daughter. Ofc!

The last thing i wanna say to you guys!

Seorang ibu mampu membesarkan 10 buah hatinya dengan kasih sayang yang tulus. Namun seorang anakpun belum tentu mampu merawat ibunya yang tua renta dengan sabar dan ikhlas sebagaimana seorang ibu mampu membesarkan anak-anaknya. 
Berapa kali bayangan ibu terlintas di benak kita? 
Berapa kali kita memikirkan ibu kita melebihi kita memikirkan kuliah? doi? atau pekerjaan?
Kalau kita fikir dengan memberi seorang ibu prestasi, uang dan rumah mewah, sudah cukup. 
Itu semua salah besar!
Seorang Ibu membutuhkan perhatian kita, seorang ibu butuh didengarkan setiap keluh kesahnya. 
Setiap ibu pasti selalu ingin agar anaknya menemani ia di usia senjanya. 
Mungkin semua itu tak pernah terucap dari lisannya! Ia tak pernah meminta! Karena ia tahu permintaan sederhana itu mungkin akan terasa berat untuk anaknya. 
Ia memilih hidup seorang diri, berkata bahwa ia baik-baik saja.. Semata-mata ia hanya tak ingin menyusahkan anaknya. :') Ayolah, selalu sempatkan waktu untuk berbincang dengan ibumu walau hanya melalui telfon. 
Temuilah selagi bisa. :')
She just needs your time and your attention. She doesn't really need your money. :')










at June 08, 2019 2 comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

The Perks of Being an Introvert

    The Perks of Being an Introvert   Being an introvert means that someone gains energy from being solitude away from the crowd. Norm...

  • How was your day? VS How is your day? 😱
    How was your day? atau How is your day? Hayo pilih yang mana?? πŸ˜„ Apa sih bedanya? Okay let me explain.. How was your day? digun...
  • Motivasi Ala Jerome Polin (Nihongo Mantappu)
    Hi readers! Kali ini gua bakal ngerangkum motivasi-motivasi dari Youtuber yang kece nih! Siapa? Atta? Bukan! Tapi Jerome Polin 😁 Sia...
  • Resensi buku "Ini Tentang Segalanya Yang Aku Kira Tidak Akan Pernah Menjadi Baik-Baik Saja"
    Judul Buku : ITSYAKTAPMBBS (Ini Tentang Segalanya Yang Aku Kira Tidak Akan Pernah Menjadi Baik-Baik Saja) Penulis Buku : Jein Setiyanto He...

About Me

My photo
PutrizukaSensei
View my complete profile

Blog Archive

  • ▼  2022 (2)
    • ▼  April (1)
      • The Perks of Being an Introvert
    • ►  January (1)
  • ►  2021 (8)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  May (3)
    • ►  April (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2020 (13)
    • ►  December (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (1)
    • ►  March (5)
    • ►  February (1)
  • ►  2019 (26)
    • ►  October (2)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  June (2)
    • ►  May (3)
    • ►  April (4)
    • ►  March (3)
    • ►  February (2)
    • ►  January (7)

Report Abuse

  • Home

Search This Blog

Awesome Inc. theme. Theme images by sololos. Powered by Blogger.